
ThePhrase.id - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menggandeng New Media Forum sebagai mitra strategis guna memperluas jangkauan komunikasi publik di era digital.
Melansir Antara, Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengatakan kolaborasi dengan pelaku new media merupakan langkah adaptif terhadap perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kini semakin bergeser ke platform digital. Ia menilai new media memiliki kemampuan menjangkau audiens dalam skala besar, dengan jumlah pengikut mencapai puluhan hingga ratusan juta serta total tayangan bulanan hingga miliaran.
“Kehadiran teman-teman New Media mencerminkan upaya Bakom untuk menjangkau publik seluas-luasnya, tidak hanya melalui media konvensional, tetapi juga melalui kanal-kanal digital,” ujar Qodari dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (6/5).
Qodari menjelaskan New Media Forum menjadi wadah kolaborasi berbagai platform media digital yang sebelumnya kerap disebut sebagai “homeless media”. Menurutnya, platform-platform tersebut kini mulai bertransformasi menjadi entitas media baru yang lebih profesional, dengan struktur organisasi, badan usaha, struktur redaksi, hingga alamat perusahaan yang jelas sehingga berbeda dengan akun anonim di media sosial.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, salah satunya penerapan prinsip keberimbangan informasi atau cover both sides. Karena itu, Bakom memilih pendekatan kolaboratif dengan merangkul media digital baru agar kualitas dan standar kontennya dapat terus meningkat dan mendekati praktik media konvensional.
“Namun, pandangan kami, New Media harus dirangkul agar dapat meningkatkan kualitas dan standar agar produk dari New Media ini makin berkualitas seperti halnya media konvensional,” kata Qodari.
Ia menegaskan kolaborasi dengan media digital menjadi penting agar komunikasi publik pemerintah dapat berjalan lebih efektif, relevan, dan sesuai dengan kebiasaan masyarakat saat ini dalam mengakses informasi.
Dilansir Kompas.com, sejumlah platform yang tergabung dalam forum tersebut antara lain Folkative, Indozone, Dagelan, Indomusicgram, Infipop, Narasi, Muslimvlog, USS Feed, Bapak-Bapak ID, Menjadi Manusia, GNFI, Creativox, Kok Bisa?, Taubaters, Pandemic Talks, Kawan Hawa, Folix, Ngomongin Uang, Big Alpha, Good States, Hai Dulu, Proud Project, Vebis, Unframe, Kumpul Leaders, CXO Media, Volix Media, How To Do Nothing, Everless Media, Geometry Media, Folks Diary, Dream, Melodi Alam, NKTSHI, Modestalk, Lead Media, Nalar TV, Mahasiswa dan Jakarta, North West, dan Mature Indonesia.
Namun, sejumlah media dan platform kemudian menyampaikan klarifikasi serta pernyataan resmi bahwa mereka tidak terlibat dalam kolaborasi tersebut. Beberapa di antaranya adalah Indomusicgram, Narasi, USS Feed, Bapak-Bapak ID, Kok Bisa?, serta sejumlah media lainnya.[nadira]