sportF1

Balapan atau Video Game? Para Pembalap F1 Bimbang dengan Era Baru yang Membingungkan walau Lahir 125 Overtaking

Penulis Ahmad Haidir
Mar 09, 2026
Pembalap Mercedes, George Russell, memenangkan F1 Australia 2026. Foto Instagram F1.
Pembalap Mercedes, George Russell, memenangkan F1 Australia 2026. Foto Instagram F1.

Thephrase.id - Balapan pembuka Formula 1 musim 2026 di Australia menjadi momen bersejarah sekaligus penuh tanda tanya bagi para pembalap, termasuk George Russell yang menjadi pemenangnya.

Seluruh pihak di paddock F1 tiba di Melbourne dengan rasa cemas yang sulit disembunyikan.

Kekhawatiran utama datang dari perubahan besar pada regulasi mesin, yang kini menerapkan pembagian tenaga 50-50 antara mesin pembakaran internal dan motor listrik berkapasitas 350kw atau setara 470 tenaga kuda.

Potensi bahaya di start juga menjadi sorotan, mengingat mobil-mobil kini bisa melaju dengan perbedaan kecepatan yang sangat signifikan tergantung kondisi baterai masing-masing.

Pada akhirnya, balapan itu secara tampilan masih terlihat seperti balapan Formula 1 pada umumnya, dengan duel sengit antara Russell dan Charles Leclerc yang saling susul selama 10 lap pertama menggunakan mode "boost" dan "overtake".

Berdasarkan statistik F1, balapan di Melbourne mencatat 125 momen overtaking, jauh lebih banyak dibanding 45 overtaking yang terjadi di sirkuit yang sama tahun lalu.

Akan tetapi, banyaknya overtaking bukan berarti serta-merta menjadi pertanda baik, karena yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana overtaking itu terjadi, apakah melalui kemampuan mengemudi murni, atau sekadar menekan tombol untuk mendapat tenaga tambahan.

Leclerc, yang finis ketiga di belakang Russell dan Kimi Antonelli, memberikan penilaiannya tentang regulasi baru ini.

"Ini pasti akan mengubah cara kami balapan dan melakukan overtaking," tegas Leclerc dilansir BBC.

Lewis Hamilton, yang finis keempat, justru mengungkapkan kepuasannya terhadap format balapan baru tersebut.

"Saya menyukainya, balapannya benar-benar menyenangkan untuk dikendarai," beber Hamilton.

Sebaliknya, juara dunia Lando Norris menyampaikan kekhawatiran serius dan tidak menyembunyikan rasa frustrasinya.

Balapan atau Video Game  Para Pembalap F1 Bimbang dengan Era Baru yang Membingungkan walau Lahir 125 Overtaking
Balapan pembuka Formula 1 musim 2026 di Australia menjadi momen bersejarah sekaligus penuh tanda tanya bagi para pembalap. Foto Instagram F1.

"Ini kacau. Akan ada kecelakaan besar, yang sangat disayangkan. Kita seperti sedang mengemudi dan hanya menunggu sesuatu terjadi dan menjadi sangat mengerikan, dan itu bukan posisi yang menyenangkan untuk ditempati. Hanya bergantung pada apa yang dilakukan orang, kamu bisa memiliki perbedaan kecepatan 30, 40, 50 km/jam, dan ketika seseorang menabrak orang lain dengan kecepatan itu, kamu akan terlempar dan melompati pagar dan melakukan banyak kerusakan pada dirimu sendiri dan mungkin pada orang lain. Dan itu adalah hal yang cukup mengerikan untuk dipikirkan," kata Norris.

Max Verstappen, juara dunia empat kali, turut menyuarakan ketidakpuasannya secara terbuka dan berharap ada perubahan segera.

"Saya harap bahkan tahun ini kita bisa menemukan solusi berbeda agar menjadi lebih menyenangkan bagi semua orang. Saya suka balapan, tetapi kamu hanya bisa menahan begitu banyak. Mereka bersedia mendengarkan, FIA dan F1, saya hanya berharap ada tindakan nyata. Bukan hanya saya yang mengatakannya, banyak orang juga merasakannya. Kami tidak kritis hanya untuk sekadar kritis, kami kritis karena ada alasannya. Kami ingin ini menjadi F1, F1 yang sesungguhnya. Hari ini tentu saja sekali lagi bukan seperti itu," ujar Verstappen.

Bos McLaren, Andrea Stella, mengakui bahwa mekanisme overtaking dengan tombol energi listrik terasa "sedikit artifisial" dan menegaskan perlunya evaluasi berkelanjutan terhadap sistem tersebut. 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic