
ThePhrase.id - Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin, Heri Purwanto menyampaikan bahwa peralatan yang akan digunakan untuk operasi pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 telah tersedia di Singapura.
Hal tersebut disampaikan Heri dalam keterangan persnya terkait perkembangan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari ke-16 kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (28/9) malam.
“Dipastikan peralatan salvage sudah berada di Singapura,” ujar Heri, dikutip Antaranews.
Heri menjelaskan, pemilik KM Virgo bersama lembaga asuransi internasional Protection and Indemnity (P&I) yang bertanggung jawab dalam penanganan kapal telah menyiapkan seluruh kebutuhan peralatan salvage.
Tahap selanjutnya adalah penunjukan mitra yang akan melaksanakan proses salvage. Mitra tersebut kemungkinan berasal dari perusahaan internasional, dengan dukungan mitra lokal dari PT Jasalindo.
“Dan semuanya itu sudah dipastikan peralatannya berupa crane barge (kapal crane apung), lengkap dengan main boom (sistem lengan utama),” imbuhnya.
Menurut Heri, crane barge dan main boom memiliki kemampuan angkat besar sehingga dapat digunakan untuk mendukung proses evakuasi bangkai kapal.
Heri menyebut bahwa Kemenhub telah melayangkan teguran keras kepada P&I terkait lambatnya pelaksanaan salvage KM Virgo Transport 8.
“Kementerian Perhubungan sudah menyampaikan surat teguran keras kepada P&I, bahkan kami pun dari jajaran Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sudah memberikan teguran yang kedua kepada pemilik KM Virgo untuk segera melaksanakan kegiatan salvage ini,” kata Heri.
Ia berharap seluruh proses administrasi dan teknis segera rampung agar pengangkatan bangkai kapal dapat dilakukan untuk membantu pencarian korban yang masih hilang.
“Mudah-mudahan tidak lebih dari satu minggu seluruh administrasi dan teknis pelaksanaan salvage ini sudah berada di lokasi kapal-kapal, mudah-mudahan seperti itu. Kita berdoa, kita monitor terus,” tukasnya.
Menurut Heri, P&I tengah mempertimbangkan dua perusahaan besar sebagai pelaksana salvage. Penunjukan mitra dijadwalkan dilakukan Rabu (30/9), sementara Kemenhub dan KSOP Banjarmasin terus memantau proses tersebut.
Sementara itu, hingga hari ke-16 operasi SAR pada Senin (28/9) pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat 179 korban telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat dan 71 orang meninggal dunia. Adapun 64 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8. (Rangga)