e-biz

Banjir Diskon! BINA Lebaran 2026 Digelar 6–30 Maret di Lebih dari 400 Mal se-Indonesia

Penulis Firda Ayu
Feb 18, 2026
Produk busana muslim yang ditampilkan salah satu stan dalam pameran Belanja Di Indonesia Aja (BINA) di Mal Kota Kasablanka, Jakarta (Foto: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)
Produk busana muslim yang ditampilkan salah satu stan dalam pameran Belanja Di Indonesia Aja (BINA) di Mal Kota Kasablanka, Jakarta (Foto: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

ThePhrase.id – Menyambut Hari Raya Idulfitri 2026, Kementerian Pariwisata bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menghadirkan kampanye nasional gerakan Belanja Di Indonesia Aja (BINA).

Program ini digelar pada 6 hingga 30 Maret 2026 dengan menghadirkan berbagai promo dan diskon untuk mendorong konsumsi domestik selama Ramadan hingga Lebaran.

Hippindo menargetkan transaksi belanja pada periode tersebut mencapai Rp50 triliun. Wakil Ketua Umum Hippindo, Fetty Kwartati, menyebut angka tersebut diprediksi meningkat sekitar 10 sampai 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menilai kenaikan itu didorong oleh kolaborasi antara kementerian, pelaku usaha, dan pemerintah yang menghadirkan berbagai program promosi secara bersama-sama.

Program BINA Lebaran 2026 akan diikuti oleh sekitar 800 merek, 80 gerai, dan lebih dari 400 mal di seluruh Indonesia. Selain BINA, Kemenpar juga menghadirkan program Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) yang dinilai dapat memperkuat pergerakan wisatawan nusantara sekaligus mendorong aktivitas belanja.

Fetty menjelaskan bahwa kini mal dan ritel stan adalah bagian dari pariwisata urban, sehingga sinergi antara BBWI dan BINA menjadi relevan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong transaksi domestik.

Ia menambahkan, mal kini tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga destinasi untuk dikunjungi bersama keluarga, bertemu kolega, sekaligus etalase produk lokal dan UMKM. Wisatawan nusantara diyakini akan bergerak ke destinasi yang menawarkan beragam promo dan diskon menarik, lalu mengeluarkan nominal belanja yang lebih tinggi untuk berlibur, berbelanja, maupun makan.

Di sisi lain, peningkatan pergerakan wisatawan dinilai dapat mendongkrak pendapatan ekonomi daerah dan pelaku UMKM terutama pada periode libur Hari Raya Imlek dan bulan Ramadan yang berdekatan.

“BINA dengan target-targetnya yang sudah jelas untuk setiap festival ada Lebaran Imlek, BINA Imlek, BINA Lebaran, BINA Agustus-an, BINA Natal dan juga BINA-BINA lainnya,” jelasnya.

Ketua Bidang Program Promosi Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Agung Gunawan, menambahkan bahwa potensi pengeluaran masyarakat selama Ramadan dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan bulan biasa. 

Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas konsumsi, termasuk buka puasa bersama, program midnight sale, hingga momentum pencairan THR yang dinilai dapat mendorong kenaikan transaksi selama periode tersebut.

Melalui BINA Lebaran 2026, pemerintah dan pelaku usaha optimistis pergerakan belanja masyarakat dapat meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian domestik selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. [fa] 

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic