sport

Batal Februari 2024, VAR Baru Akan Dipakai di Championship Series Liga 1

Penulis Ahmad Haidir
Feb 07, 2024
Penampakan VAR di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Foto: Instagram
Penampakan VAR di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Foto: Instagram

Thephrase.id - Video Assistant Referee (VAR) batal digunakan di Liga 1 2023-2024 pada Februari 2024. PT Liga Indonesia Baru (LIB) memundurkannya ke Mei 2024.

VAR baru akan dipakai pada Championship Series BRI Liga 1 pada 4-26 Mei 2024. Edukasi dan sosialisasi terkait VAR masih terus disempurnakan oleh PT LIB.

"Kami mengubah ada rencana lain dengan menambah armada kustomisasi Van VAR yang seharusnya ada Video Operating Room," beber Direktur Operasional PT LIB, Asep Saputra.

"Secara teknologi dan kami menunggu approval pada Februari 2024. Selain teknologi, tentunya kesiapan Sumber Daya Manusia dalam konteks yakni wasit VAR, asisten wasit VAR, dan Replay Operator," tegas Asep.

"Itu tanggung jawab PT LIB. Dari 25 perangkat pertandingan, yang qualified itu 18. Yang paling penting adalah wasit dan asisten VARnya," lanjut Asep.

"Ternyata wasit VAR membutuhkan pendalaman yang lebih. Evaluasi infrastruktur FIFA memberikan beberapa masukan dan pada 26 Januari 2024, sudah praktik di lapangan," sambung Asep.

Batal Februari 2024  VAR Baru Akan Dipakai di Championship Series Liga 1
Liga 1 akan menggunakan VAR pada Champioship Series. Foto: PT LIB

Keputusan untuk memundurkan implementasi VAR di Liga 1 datang berkat kesepakatan antara PT LIB, Ketua Komite Wasit sekaligus Ketua PSSI, Erick Thohir dan Wakil Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa.

"Kondisi ini yang membuat apakah bisa dilakukan pada Februari 2024, tentu kami berdiskusi dengan Komite Wasit PSSI. Setelah memikirkan A-Z dan segala macamnya," ungkap Asep.

"Kami mendapatkan rekomendasi bahwa penerapan VAR di BRI Liga 1 akan diterapkan mulai champioship series," tambahnya.

"Sebab, untuk memastikan semuanya siap dan bicara kualitas dan kuantitas. Semua membutuhkan kesiapan dan beberapa hal yang dipertimbangan," bilang Asep.

"Semua sebenarnya sudah siap dan tinggal menunggu approval. Tapi kami harus siap secara kualitas dan kuantitas serta memastikan untuk siap," tutup Asep. 

 
Related News

Popular News

 

News Topic