lifestyleBatik

Batik Gedog Tuban yang Dipakai Taeyong NCT, Ternyata Punya Makna Mendalam

Penulis Ashila Syifaa
Dec 18, 2023
Taeyong NCT menggunakan Batik Gedog Tuban. (Foto: Instagram/taeoxo_nct)
Taeyong NCT menggunakan Batik Gedog Tuban. (Foto: Instagram/taeoxo_nct)

ThePhrase.id - Lee Tae-yong atau yang dikenal sebagai Taeyong NCT kembali mengunggah beberapa foto dirinya memakai batik dengan caption “Hello?” melalui akun instagramnya @taeoxo_nct. 

Dalam kolom komentar ia melanjutkan dengan menuliskan “I received a gift. Is this batik? (Saya menerima hadiah. Apakah ini batik?)”  

Hal ini bukanlah yang pertama kalinya, sebelumnya pada tahun 2022 Taeyong mengenakan batik pemberian Jerome Polin yang kemudian diunggahnya melalui akun Instagram dan dibanjiri pujian dari warganet. 

Kali ini, batik yang digunakan Taeyong NCT merupakan pemberian hadiah dari desainer ternama di Tanah Air, yaitu Mel Ahyar. Ternyata batik yang diberikan merupakan motik batik gedog khas Tuban yang memiliki makna mendalam.

Mengenal Batik Gedog Tuban

Batik gedog merupakan batik khas masyarakat Kabupaten Tuban yang cara buatnya sedikit berbeda dengan batik pada umumnya.

Kain pada batik ini dibuat dengan cara ditenun dengan motif berbentuk kotak-kotak atau garis hitam dan putih.

Nama batik gedog ini dikenal karena didapatkan dari cara pembuatan kain di mana kapas akan dipintal menjadi benang yang digunakan untuk anyaman kain menggunakan alat manual yang mengeluarkan suara ‘dog-dog’. Suara itulah yang menginspirasi masyarakan Tuban untuk memberikan nama batik gedog.

Proses pembuatan batik ini lebih rumit dan membutuhkan waktu yang lebih lama hingga 3 bulan, karena harus melalui beberapa proses seperti, memintal, menenun, membatik, dan mewarnai. Namun, proses dan penggunaan kain tenun inilah yang menjadi ciri khasnya batik gedog khas Tuban.

Pusat pembuatan batik ini berada di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Uniknya lagi, pola-pola geometris pada batik gedog akan menghasilkan gambar tanaman yang simetris dan memiliki makna yang mendalam.

Misalkan motif-motif yang melibatkan kekayaan alam Tuban dapat melambangkan kebutuhan manusia akan kehidupan, keserakahan manusia terhadap bumi, dan kehidupan di alam bagian atas.

Selain itu, motif titik-titik yang ditemukan pada batik tersebut menjadi lambang kosmologi Jawa-Hindu yang dikenal sebagai "kiblat papat lima pancer," yang melambangkan keserakahan manusia terhadap bumi.

Perkembangan makna dan penggunaan batik gedog ini juga memiliki pengaruh dari budaya Hindu dan Islam. Pada masa Hindu, perbedaan motif digunakan untuk menandakan strata sosial dari penggunanya. Sedangkan, setelah perkembangan Islam masuk ke pulau Jawa, motif digunakan untuk membedakan usia dan bukan kelas sosial.

Hingga saat ini batik gedog masih memiliki peran penting dalam acara adat seperti kelahiran, pernikahan, dan kematian. Pada acara kelahiran, bayi dibungkus dengan batik gedog polos sebagai lambang kesucian. Sementara pada pernikahan, batik gedog digunakan oleh pengantin dan dijadikan sebagai mahar. [Syifaa]

 
Related News

Popular News

 

News Topic