regionalBatik

Batik Jlamprang Khas Pekalongan Terinspirasi Kain India pada Masa VOC

Penulis Ashila Syifaa
Jan 19, 2026

ThePhrase.id – Sebagai Kota Batik, Pekalongan memiliki kekayaan motif batik yang beragam, mulai dari batik pesisiran, batik klasik, hingga batik hasil akulturasi berbagai budaya. Keberagaman tersebut membentuk karakter batik Pekalongan yang khas dan memiliki keunikan tersendiri. Salah satu jenis batik yang berasal dari kota ini adalah Batik Jlamprang.

Keunikan Batik Jlamprang tercermin dari namanya yang berasal dari bahasa Jawa, yang berarti “berhimpit-himpitan” atau saling bersebelahan, sesuai dengan pola motifnya. Selain itu, Batik Jlamprang memiliki sejarah panjang yang dapat ditelusuri sejak abad ke-17, seiring dengan keberadaan VOC yang membangun basis perdagangan di Kota Pekalongan.

Pada saat itu, pedagang VOC membawa kain bermotif dari India untuk dijual di Kota Pekalongan. Para pengrajin batik di kota tersebut terinspirasi untuk menciptakan motif-motif batik yang khas. Ciri khas dari Batik Jlamprang ada pada motif yang terdiri dari pola-pola yang saling berhimpitan atau bertumpuk rapi.

Secara visual, batik ini terdiri dari bentuk-bentuk geometris seperti titik, lingkaran, dan persegi yang disusun saling berimpit. Bentuk-bentuk ini bisa terlihat berulang dan padat, dan itulah asal-sebutan “jlamprang”, yang dalam bahasa lokal berarti sesuatu yang berimpit-impitan atau berjejer rapat. Batik dengan motif ini biasanya dipadukan dengan warna-warna yang cerah seperti merah, hijau, biru, dan kuning, yang mencerminkan selera batik pesisiran yang dinamis dan terbuka terhadap pengaruh luar.

Pola dasar pada batik ini berupa ceplokan berbentuk lunglungan dengan hias bunga padma yang digambarkan di tengah. Tak hanya bunga-bunga, terdapat juga beberapa motif lainnya, seperti Motif Tumpal yang terdiri dari pola segitiga, motif buah-buahan, hingga motif hewan.

Motif Jlamprang memiliki makna filosofis yang mendalam dan erat kaitannya dengan nilai keteraturan serta keseimbangan hidup. Pola geometrisnya yang tersusun dari bentuk bujur sangkar dan persegi panjang terinspirasi dari kain tenun Patola asal India, yang mencerminkan konsistensi, keteraturan, dan stabilitas. Susunan motif yang saling berhimpit dan berulang menggambarkan harmoni serta keterikatan antarunsur dalam kehidupan.

Selain itu, motif Jlamprang juga merepresentasikan warisan budaya dan kosmologi yang dipengaruhi oleh tradisi Hindu–Budha dan kepercayaan Jawa. Unsur-unsur simbolik seperti bunga padma dan pola geometris dimaknai sebagai hubungan antara manusia dengan alam semesta dan nilai spiritual. Dengan demikian, Batik Jlamprang tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan filosofi tentang keseimbangan, keteraturan, dan kehidupan yang selaras. [Syifaa]

 

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic