regionalBatik

Batik Khas Kalimantan Timur, Penuh Warna, Makna dan Kearifan Lokal

Penulis Ashila Syifaa
Sep 04, 2023
Foto: iwarebatik.org
Foto: iwarebatik.org

ThePhrase.id - Batik khas Kalimantan Timur dikenal dengan karyanya yang menggunakan berbagai gradasi warna mulai dari warna jingga, hijau, merah jambu, dan merah. Selain warna-warna yang cantik dan bervariasi, motif pada batik ini juga sangat identik dengan Budaya Dayak. 

Batik-batik khas Kalimantan Timur menggambarkan pandangan dan filososfi Budaya Dayak terhadap alam dan lingkungan sekitar. Salah satunya adalah motif Batang Garing yang merupakan penggambaran batang pohon yang bermakna bagi Suku Dayak.

Menurut budaya Dayak, Motif yang berbentuk kerucut seperti kepala tombak tersebut merupakan gambaran Dewa Ranying Mahatala Langit, pencipta segala makhluk hidup. Tak hanya itu, motif ini juga menggambarkan hubungan harmoni antara alam dengan manusia, antar-manusia, dan antara manusia dengan Tuhan.

Menggambarkan Kearifan Lokal

Selain motif Batang Garing beberapa motif lainnya juga memiliki keunikannya sendiri berdasarkan asal daerahnya seperti Kuntul Perak, Tengkawang Ampiek dan Hiu Taliyasan. 

1. Kuntul Perak

Batik Khas Kalimantan Timur  Penuh Warna  Makna dan Kearifan Lokal
Foto: iwarebatik.org

Motif batik kerajinan asal Kota Bontang ini memiliki motif yang terinspirasi dari burung Kuntul Perak yang dapat ditemukan di Kalimantan dan beberapa daerah lainnya di Indonesia. Burung ini juga menjadi ikon resmi Kota Bontang yang karakteristiknya juga menggambarkan karakteristik masyarakat Bontang.

Diketahui burung ini merupakan burung pendatang yang hidup berkoloni, serupa dengan masyarakat Bontang yang sebagian besar merupakan pendatang, berkelompok dari berbagai suku yang berbeda-beda.

Motif ini melambangkan juga kesederhanaan dan kerendahan hati. Juga menjadi sebuah pengingat bahwa manusia harus bersikap sewajarnya dan alami sesuai perintah Tuhan.

2. Tengkawang Ampiek

Batik Khas Kalimantan Timur  Penuh Warna  Makna dan Kearifan Lokal
Foto: iwarebatik.org

Motif ini juga merupakan salah satu motif yang menggambarkan suku Dayak dengan motif ukiran kayu. Nama dari motif ini juga diambil dari bahasa Kutai di mana tengkawang merupakan pohon meranti merah, sedangkan ampiek berarti ukiran kayu.

Tanaman pohon meranti merah ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan yang sering dipakai untuk bahan makanan, kosmetik, maupun obat-obatan. Selain digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari, suku Dayak juga menggunakan pohon ini dalam upacara dan ritualnya.

Sehingga, motif ini merupakan lambang kesuburan dan kebaikan alam semesta yang menjadi aspek penting bagi Suku Dayak.

3. Hiu Taliyasan

Batik Khas Kalimantan Timur  Penuh Warna  Makna dan Kearifan Lokal
Foto: iwarebatik.org

Kekayaan dan keindahan alam Indonesia yang melimpah menjadi asal-muasal ikan terbesar yaitu ikan hiu paus yang dikenal masyarakan lokal sebagai Hiu Taliyasan yang berarti hiu yang berasal dari desa nelayan Taliyasan, Kabupaten Berau.

Ikan ini menjadi motif batik Hiu Taliyasan dan menjadi batik khas Kota Berau karena sifatnya yang jinak dan ramah terhadap manusia. Selain itu, hiu ini juga sudah bersahabat dengan nelayan di desa Taliyasan yang terletak di tepi Laut Derawan. [Syifaa]

 

 

 
Related News

Popular News

 

News Topic