sportLiga Inggris

Belanja Rp8 Triliun tapi Melempem! Mengupas Borok Transfer Mewah Liverpool Musim Ini

Penulis Ahmad Haidir
Feb 28, 2026
Alexander Isak menjadi pembelian termahal Liverpool musim ini. Foto Instagram Alexander Isak.
Alexander Isak menjadi pembelian termahal Liverpool musim ini. Foto Instagram Alexander Isak.

Thephrase.id - Liverpool benar-benar menjadi pusat perhatian di bursa transfer musim panas lalu dengan menggelontorkan dana lebih dari 414,5 juta poundsterling atau setara Rp8,29 triliun.

Angka fantastis ini menempatkan The Reds sebagai klub dengan pengeluaran paling boros di seluruh Eropa, jauh melampaui Chelsea yang berada di posisi kedua.

Salah satu rekrutan yang paling menyedot perhatian adalah Alexander Isak yang diboyong dari Newcastle United seharga 125 juta poundsterling atau sekitar Rp2,5 triliun.

Nilai tersebut resmi memecahkan rekor transfer termahal dalam sejarah Premier League, menyusul kedatangan Florian Wirtz yang juga ditebus dengan mahar 116,5 poundsterling juta atau Rp2,33 triliun.

Selain dua bintang utama tersebut, The Reds juga mendatangkan Hugo Ekitike seharga Rp1,58 triliun dan bek Milos Kerkez senilai Rp800 miliar. Nama-nama lain seperti Giovanni Leoni, Jeremie Frimpong, hingga kiper Giorgi Mamardashvili turut melengkapi daftar belanja mewah jawara bertahan ini.

Akan tetapi, alih-alih tampil mendominasi, Liverpool justru mengalami periode kelam antara September hingga November 2025 yang merusak misi mempertahankan gelar juara mereka.

Strategi pemilihan pemain dan taktik yang diterapkan pelatih Arne Slot dituding menjadi penyebab utama para pemain baru gagal beradaptasi dengan cepat.

Slot sempat mengeluarkan pernyataan yang memicu kontroversi terkait efektivitas belanja besar-besaran klubnya musim ini. Ia merasa tidak bisa memaksimalkan seluruh potensi pemain baru karena terkendala masalah kebugaran dan cedera panjang yang menimpa pilar utama.

"Alexander Isak tidak pernah fit sejauh ini. Giovanni Leoni absen sepanjang musim. Frimpong hanya memberikan dampak dalam lima atau enam pertandingan. Kami membeli kiper kedua seharga 35 juta poundsterling Giorgi Mamardashvili yang jarang bermain," tegas Slot dilansir Football 365.

Pelatih asal Belanda tersebut merasa pembelanjaan klubnya belum bisa digunakan sepenuhnya untuk bersaing di level tertinggi. Ia membandingkan situasi Liverpool dengan para rival yang menurutnya lebih efektif dalam menambah kekuatan skuad tanpa harus merombak komposisi pemain.

"Jadi kami bahkan belum menggunakan 250 juta poundsterling dari 450 juta poundsterling yang kami habiskan, sementara rival kami menghabiskan 200 juta poundsterling, 300 juta poundsterling, 400 juta poundsterling untuk menambah pemain ke skuad mereka alih-alih menggantinya," bebernya.

Ironisnya, data menunjukkan bahwa pengeluaran Liverpool adalah yang tertinggi jika dibandingkan dengan klub-klub besar Premier League lainnya. Arsenal hanya menghabiskan Rp5,1 triliun, disusul Manchester United sebesar Rp4,6 triliun, sementara Manchester City justru lebih hemat di angka Rp3,5 triliun.

Situasi ini membuat banyak pihak meragukan pembelaan diri yang dilakukan oleh sang manajer di hadapan media. Dengan skuad bertabur bintang seharga triliunan Rupiah, posisi keenam di klasemen sementara dianggap sebagai sebuah kemunduran besar bagi klub sebesar Liverpool.

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic