
Thephrase.id - Barcelona berhasil mengalahkan Real Madrid dalam perebutan gelandang Timnas Spanyol, Rodri, setelah menyelesaikan transfer dari Manchester City yang nilainya dapat mencapai 76,5 juta euro atau sekitar Rp1,4 triliun termasuk bonus.
Kepindahan pemain berusia 30 tahun itu ternyata memiliki cerita panjang yang bermula dari sebuah pernikahan di Costa Brava pada akhir Juli 2026, ketika Rodri datang menghadiri pernikahan Dani Codina, sahabat lamanya sekaligus pejabat Barcelona yang pernah bekerja di Manchester City.
Codina kini menjabat sebagai kepala operasional dan layanan pemain Barcelona sejak 2025,. Sebelumnya ia menjalankan posisi serupa di Manchester City sehingga memiliki hubungan dekat dengan Rodri dan sejumlah staf pelatih Pep Guardiola yang juga hadir dalam pesta pernikahan tersebut.
Sebelum menghadiri acara itu, Rodri menghabiskan beberapa hari untuk berlibur di kawasan Costa Brava. Pada salah satu kesempatan ia meminta bantuan untuk menemukan restoran yang cukup tersembunyi agar dapat melakukan pertemuan tanpa menarik perhatian.
Pilihan tersebut jatuh kepada Can Pitu di Begur, sebuah restoran tradisional yang berada jauh dari kawasan paling ramai wisatawan, tempat Rodri datang tanpa reservasi sebelum beberapa menit kemudian direktur olahraga Barcelona, Deco, tiba untuk menemuinya.
Pertemuan tersebut berlangsung tanpa perhatian dari pengunjung restoran, padahal saat itu situasi transfer Rodri masih mengarah kepada Real Madrid karena sejumlah sumber di klub ibu kota Spanyol tersebut merasa yakin sang gelandang akan bergabung meski belum melakukan kontak dengan Manchester City.
Situasi mulai berubah pada pesta pernikahan Codina yang berlangsung 25 Juli 2026. Ketika itu muncul kabar di antara para tamu bahwa Rodri telah mengubah pilihannya dan lebih menginginkan Barcelona, sementara video dirinya menyanyikan lagu-lagu Barcelona dan berjoget dalam pesta tersebut kemudian beredar di media sosial beberapa pekan setelahnya.
Barcelona tetap bergerak hati-hati karena Deco menjaga proses transfer dengan sangat tertutup, terlebih klub tersebut sebelumnya mengalami kekecewaan ketika upaya mendatangkan Bernardo Silva sebagai pemain bebas berakhir setelah sang gelandang Portugal memilih Real Madrid meski Barcelona merasa telah mendapatkan kesepakatan verbal.
Perubahan pilihan Rodri disebut terutama dipengaruhi pertimbangan sepak bola karena ia menilai gaya bermain Barcelona lebih sesuai dengan karakter permainannya serta memiliki kemiripan dengan sistem yang selama ini dijalankannya bersama Manchester City dan Timnas Spanyol. Sementara pelatih Hansi Flick juga beberapa kali berbicara langsung dengannya untuk menjelaskan rencana El Barca.
Real Madrid sebelumnya memang tidak menjadikan Rodri sebagai target utama sebelum Piala Dunia 2026, terutama karena pertanyaan mengenai kondisi fisik dan usianya, kesepakatan baru dengan Aurelien Tchouameni, serta keterkaitan nama Rodri dengan Enrique Riquelme yang menjadi lawan Florentino Perez dalam pemilihan presiden klub pada Juni 2026.
Penampilan Rodri bersama Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 kemudian mengubah pandangan Real Madrid karena performanya memperlihatkan kembali kualitasnya di posisi gelandang bertahan yang sedang menjadi salah satu kebutuhan klub setelah kepergian Toni Kroos pada 2024 dan Luka Modric pada 2025.
Barcelona melihat kedatangan Rodri sebagai kesempatan untuk memperkuat lini tengah setelah sempat kesulitan menemukan penerus Sergio Busquets. Marc Casado, Marc Bernal, Eric Garcia, dan Frenkie de Jong sebelumnya menjalankan peran tersebut dalam skema berbeda di bawah asuhan Flick.
Kondisi De Jong juga menjadi salah satu pertimbangan Barcelona karena gelandang Timnas Belanda berusia 29 tahun itu mengalami cedera ligamen kolateral medial lutut kanan setelah pulang dari Piala Dunia 2026 pada Juli 2026 dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat bulan untuk menjalani pemulihan.
Ulasan The Athletic, Barcelona kemudian mengajukan tawaran pertama sekitar 45 juta euro (Rp931 miliar) ditambah bonus pada 7 Agustus 2026, tetapi Manchester City menolaknya karena menghargai Rodri mendekati 80 juta euro, sebelum tawaran kedua Barcelona meningkatkan nilai keseluruhan menjadi sekitar 60 juta euro (Rp1,2 triliun) dan kembali ditolak oleh klub Inggris tersebut.
Sembilan hari setelah tawaran pertama, kedua klub akhirnya mencapai kesepakatan prinsip dengan nilai transfer maksimal 76,5 juta euro, terdiri dari 60 juta euro sebagai biaya awal dan bonus yang sebagian besar, sekitar 11 juta euro, dinilai lebih mudah dicapai.
"Ketika menerima tawaran, langkah pertama adalah menyadari bahwa sebuah babak telah berakhir di klub saya dan kemudian saya harus mencari kepindahan untuk mengambil langkah berikutnya dalam karier saya, tetapi saya membutuhkan waktu untuk menerimanya karena bagi saya Manchester City adalah klub paling istimewa yang pernah saya bela karena banyak alasan dan apa yang telah kami bangun bersama," tegas Rodri.
Rodri kemudian tiba di Barcelona pada Senin, 17 Agustus 2026 malam waktu setempat dan langsung menyampaikan kebahagiaannya kepada para wartawan yang menunggunya di bandara setelah proses transfer yang berlangsung intensif akhirnya mencapai penyelesaian.
"Ini adalah beberapa hari yang sangat intens, saya senang semuanya telah terselesaikan dan saya sangat bahagia berada di sini," beber Rodri.
"Bermain untuk Barcelona adalah impian bagi saya, saya sangat antusias untuk bergabung dengan rekan-rekan satu tim, yang sebagian besar sudah saya kenal, dan sekarang waktunya bekerja," tandasnya.