Berhasil Konservasi Gajah, Ekowisata Tangkahan Mendapat Apresiasi Internasional

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Tangkahan merupakan ekowisata sekaligus konservasi alam yang terletak di dalam Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Sumatera Utara. Tangkahan yang juga dikenal sebagai tempat konservasi gajah Sumatera mendapat apresiasi dari organisasi internasional, Global Environment Facility.

Destinasi ekowisata Tangkahan terletak di Batang Serangan Kabupaten Langkat dikelilingi oleh dua sungai, Buluh dan Batang serta Taman Nasional Gunung Leuser. Meskipun dikenal berhasil dalam konservasi gajah, Tangkahan memiliki lebih dari itu.

Konservasi alam ini mencakup 17.000 hektar hutan hujan dengan pohon purba yang menjulang dan primata liar seperti orangutan. Tak hanya itu Tangkahan juga memiliki air terjun, gua, dan sumber air panas yang dapat dinikmati oleh para wisatawan.

Konservasi gajah di Tangkahan. (Foto: dok. Tangkahan)

Konservasi Tangkahan memiliki sembilan ekor gajah yang sebelumnya terancam punah dan diselamatkan dari konflik manusia-gajah di Sumatera Utara. Kini kesembilan ekor gajah tersebut hidup sehat dan telah dilatih untuk patroli hutan dan konservasi spesies.

Upaya masyarakat lokal untuk terus melindungi alam dan spesies yang berada didalamnya mendapatkan apresiasi dari CEO Global Environement Facility (GEF).

Organisasi internasional tersebut merupakan organisasi pendanaan yang dibentuk pada tahun 1991. Tujuannya untuk mengatasi ancaman lingkungan global.

GEF hingga saat ini telah mendukung konservasi di 150 negara, salah satunya Indonesia yang mendapatkan alokasi terbesar setelah China dan Brazil.

Saat kunjungan ke Tangkahan, CEO GEF Carlos Manuel Rodriguez didampingi Manager Program Unit GEF) Caude Gascon bersama dengan Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi, Jefry Susyafrianto, Sekretaris Ditjen PPI, Agus Rusly dan perwakilan Biro Kerja Sama Luar Negeri KLHK. (Foto: dok. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)

Carlos Manuel Rodriguez, CEO Global Environment Facility (GEF) sempat berkunjung ke Tangkahan Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada Jumat, 13 Januari 2021.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat di Tangkahan atas upayanya dalam menjaga Taman Nasional,” kata Carlos.

Pada kunjungan tersebut agenda yang dilakukan meliputi pertemuan dan diskusi dengan komunitas lokal Lembaga Pariwisata Tangkahan (LPT), pemerintah Desa Namo Sialang dan Sei Serdang, Balai Besar KSDA Sumatera Utara, serta para mitra Balai Besar TNGL, yaitu CRU Tangkahan, Ganesha dan Conserve Project.

Dalam diskusi tersebut Carlos menyampaikan rencana jangka panjang yang akan dilakukan GEF. Pertama, memperkuat kapasitas ranger. Kedua, pengembangan infrastruktur strategis untuk peningkatan pelayanan lembaga pengelola. Ketiga, peningkatan manajemen bersama antara pemerintah, NGO, akademisi dan komunitas lokal. Keempat, visi panjang untuk Sumatera terkait restorasi habitat dan konservasi satwa liar.

Kepala Balai Besar TNGL U. Mamat Rahmat menyambut baik rencana pengembangan tersebut dan diharapkan dapat diterapkan di Tangkahan. [Syifaa]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you