
ThePhrase.id - Suara azan Magrib untuk pertama kalinya dalam sejarah menggema di dalam Stadion Old Trafford, markas Manchester United, pada Selasa, 24 Februari 2026.
Momen ini menandai peristiwa bersejarah yang kemudian viral di media sosial setelah videonya menyebar luas pada Rabu, 25 Februari 2026 dini hari WIB.
Kejadian itu terjadi dalam rangka acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC), komunitas suporter muslim yang selama ini aktif mempererat hubungan antara Islam dan salah satu klub sepak bola paling terkenal di dunia.
Acara tersebut bersifat eksklusif dengan kuota terbatas hanya sekitar 80 peserta, terdiri dari pengurus inti dan pendukung setia klub yang tergabung dalam komunitas, sehingga menjadikannya sebuah perayaan Ramadan yang intim sekaligus penuh makna.
Qari asal Inggris Ibrahim Idris, yang akrab disapa Ibi Idris, menjadi sosok utama yang menorehkan sejarah itu setelah ia berdiri di sisi Stretford End, tribune barat stadion yang ikonik. Ia melantunkan azan dengan syahdu hingga suaranya menggema ke seluruh penjuru arena berkapasitas lebih dari 74.000 tempat duduk tersebut.
"Allaahu Akbar... Allaahu Akbar..."
Kumandang azan yang dibawakan Ibi Idris itu menembus kesunyian Old Trafford, mengisi sudut-sudut stadion yang biasanya hanya dipenuhi teriakan para suporter dan sorak sorai pertandingan.

Selain mengumandangkan azan Magrib, Ibi Idris juga membacakan ayat suci Al-Qur'an di hadapan para peserta dan bertindak sebagai imam salat Magrib berjamaah, menjadikan Old Trafford bukan sekadar kandang sepak bola melainkan juga ruang ibadah pada malam itu.
Acara buka puasa bersama di Old Trafford ini merupakan yang kedua kalinya digelar oleh MUMSC, setelah tradisi serupa pertama kali dirintis pada Ramadan tahun sebelumnya. Momen ini mencerminkan komitmen komunitas untuk menjadikan momen Ramadan sebagai bagian dari identitas suporter muslim Manchester United.
Manchester United sendiri dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan keterbukaan terhadap keberagaman agama, termasuk dengan meresmikan ruang multi-agama yang berlokasi di area parkir W2 di belakang Stretford End pada awal 2025. Suporter muslim kini memiliki fasilitas resmi untuk menunaikan salat saat menghadiri pertandingan.
Kehadiran sejumlah pemain muslim di skuad MU musim ini, di antaranya Amad Diallo, Altay Bayindir, dan Noussair Mazraoui, turut memperkuat citra klub sebagai institusi yang inklusif terhadap komunitas muslim baik di dalam maupun di luar lapangan. (Rangga)