Bjorka, Bermotif Politik dan Berasal dari Dalam?

- Advertisement -spot_imgspot_img

ThePhrase.id – Bjorka, tiba-tiba populer, viral dan langsung jadi trending topik. Seperti hacker atau peretas lainnya, Bjorka juga adalah nama anonim. Ya, semacam nama panggung atau nama alias yang dipakai seorang bintang yang tak ingin identitas aslinya diketahui.

Hacker Bjorka

Bjorka muncul dengan membeberkan 1,3 miliar data nomor simcard di Indonesia. Ia menggungah data tersebut melalui situs Breach Forums pada 6 September 2022 dan menjualnya dengan harga cukup fantastis. Setelah itu, dia juga mengeluarkan data 150 juta penduduk Indonesia yang teregistrasi di KPU. Data tersebut mencakup Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, usia, alamat, hingga status disabilitas. Bjorka membanderol data tersebut seharga 5.000 Dolar AS atau Rp 74,6 juta.

Kemudian Bjorka juga mengeluarkan data sejumlah pejabat negara seperti Menteri Kominfo, Jhonny G Plate, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B Panjaitan, Ketua DPR Puan Maharani, termasuk pegiat media sosial Denny Siregar. Ia juga menyatakan mendukung demo kenaikan harga BBM dengan akan segera membocorkan data MyPertamina dan keuangan Pertamina. Data yang cukup “sensitif” yang dikeluarkan hacker ini adalah data pejabat yang terlibat dalam kasus pembunuhan aktifis HAM, Munir.

“Soal ada bocornya data, data negara, itu saya pastikan memang terjadi, tetapi sebenarnya itu bukan data yang sebetulnya rahasia yang bisa diambil dari mana-mana juga. Kebetulan sama,” kata Menko Polhukam, Mahfud MD mengomentari aksi Bjorka ini.

Tak lama kemudian, Bjorka pun menanggapi statemen Mahfud MD dengan kalimat retoris, “how r u sir@mohmahfudmd, are you sure no important database is leaked?” melalui akun twitternya yang baru @bjorkanessian, setelah 2 akunnya yang lama dihapus oleh Twitter.

Pengamat Telekomunikasi dari Indotelko Forum, Doni Ismanto Darwin menilai kemunculan hacker di era digital sebagai hal yang lumrah. Mengancam atau tidaknya seorang hacker, menurut Doni tergantung cara pemerintah menyikapinya. Khusus tentang Bjorka ini, Doni menilai ada motif ekonomi dan politik. Data yang dirampas itu bisa dijualbelikan untuk mendapatkan uang.

“Tapi belakangan saya lihat ada motif politik kalau baca tweet beliau dua hari ini,” imbuhnya.

Doni menyarankan fenomena Bjorka hendaknya ditangani dengan cara kolaborasi. Pemerintah, kata Doni, harus menggandeng semua pemangku kepentingan termasuk mengajak komunitas, akademisi, dan lainnya.

“Bangun kepercayaan publik, jangan sibuk denial atau saling tuding, nggak menyelesaikan masalah menghadapi permainan ala Bjorka ini,” tegasnya.

Dicurigai dari dalam

Kemunculan hacker Bjorka ini telah menenggelamkan topik sejumlah kasus besar yang sedang terjadi di Indonesia. Maka tak urung kehadiran Bjorka in justru menuai kecurigaan dan dugaan sebagai akal-akalan agar topik panas di Indonesia seperti kasus Ferdy Sambo dan isu Kenaikan BBM jadi meredup.

Netizen banyak yang terang-terangan mencurigai kehadiran Bjorka kali ini untuk mengalihkan perhatian publik dari kasus Ferdy Sambo dan kenaikan harga BBM. Beberapa di antaranya mengingatkan agar publik tetap fokus untuk memantau dua kasus yang sedang hangat itu.

Pemilik akun Twitter @nekoopoy menulis, “Bagaimana kalo bjorka aslinya pengalihan isu kasus Sambo atau BBM naik”

Lalu akun Twitter @pocarisweet22 menulis, “Kita semua juga harus tetap waspada dan berhati-hati jangan sampai lengah”

@BeingAl32200607 menulis, “Bukan dugaan lagi sih bro fix ini mah, makanya digoreng terus”
@GiyongchyMin menulis, “Tadi ada yang bahas sebenarnya yang diungkap itu bukan rahasia lagi karena pernah diadili tapi bebas dan kasus ini udah kadaluarsa 4 hari lalu. Jadi kalau dispill lagi kayak gak guna”

Pegiat media sosial, Deny Siregar mencurigai Bjorka berasal dari dalam negeri, dengan tweetnya yang banyak mengenai topik dan tokoh publik Indonesia. Deny bereaksi setelah dirinya disenggol oleh Bjorka “Hai @Dennysiregar7, bagaimana rasanya hidup menggunakan uang pajak dari orang Indonesia tapi malah menggunakan internet untuk mempolarisasi orang?” dalam kicauannya menggunakan bahasa Inggris.

Deny kemudian menantang Bjorka untuk mengeluarkan data Anies Baswedan yang dijawab Bjorka lewat grup Telegram. Bjorka membocorkan data milik Anies antara lain nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat rumah, dan sejumlah nomor telepon. Bjorka juga menegur Anies yang dianggapnya tak menuntaskan masalah banjir dan macet di Ibukota.

“Have you solved the problem of flooding and traffic jam sir? because Jakarta is not only sudirman and thamrin,” tulis Bjorka.
Kecurigaan Deni bahwa hacker ini berasal dari dalam adalah karena Sang Hacker tahu data dirinya. Ditambah lagi data yang dibocorkan ke publik oleh Bjorka ini adalah data lama yang sudah diketahui publik.

“Yang gua heran ngakunya hacker internasional. Tapi kok tahu Denny Siregar ya? Ini apa gua yang terlalu terkenal sampai ke internasional atau dianya yang orang lokal?” kata Denny Siregar dalam cuitannya di akun pribadinya @Dennsiregar7, Senin, 12 September 2022.

Namun terlepas dari mana Bjorka ini berasal dan apa motifnya, tetap saja bahwa data elektronik negeri ini sangat rawan untuk diretas dan mudah untuk dibocorkan. Bocornya itu bisa karena memang security system yang rapuh atau memang sengaja dibocorkan oleh pihak-pihak yang memiliki motif dan tujuan tertentu. (Aswan AS)

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you