
ThePhrase.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia kini telah memasuki fase El Nino kuat.
Kondisi tersebut diperkirakan menyebabkan musim kemarau yang lebih kering dan berlangsung lebih lama di sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta gangguan pada berbagai sektor strategis.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fatani menjelaskan bahwa El Nino terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik meningkat lebih dari 0,5 derajat Celsius. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa Indonesia telah memasuki fase El Nino aktif.
“El Nino itu kan ketika suhu di permukaan laut di Samudra Pasifik itu naik lebih tinggi dari 0,5 derajat, kita mengatakan (Indonesia) sudah masuk dalam El Nino aktif. Nah, untuk saat ini kondisinya sudah masuk ke El Nino kuat ya,” ujar Faisal kepada awak media di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7) malam.
Dalam kesempatan berbeda, Faisal mengungkap pihaknya memprediksi fenomena El Nino akan bertahan hingga awal 2027 dan berpotensi melebihi level kategori kuat.
Adapun Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan fase puncak El Nino diprediksi akan terjadi pada Desember 2026 atau Januari 2027
Menghadapi kondisi tersebut, BMKG memprioritaskan upaya pencegahan kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca untuk membantu menjaga ketersediaan air.
Faisal mengatakan BMKG bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, serta pihak swasta dalam upaya pengisian waduk di berbagai daerah.
“Kita punya 240 waduk, beberapa memang tidak semua, itu kita coba isi agar bisa difungsikan untuk PLTA, bisa difungsikan untuk irigasi dan air bersih,” tambahnya.
Selain itu, BMKG juga memusatkan perhatian pada enam provinsi yang dinilai rawan karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
“Itu juga dilakukan secara berkala operasi modifikasi cuaca untuk menjenuhkan tanah di sana, tanah gambut di sana agar ia tidak mudah terbakar,” tandasnya. (Rangga)