
ThePhrase.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat upaya mitigasi bencana hidrometeorologi melalui pengembangan radar cuaca non-polarimetrik hasil inovasi dalam negeri. Pengembangan radar ini didukung pendanaan program Riset Inovasi Produktif (RISPRO) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Bersifat mobile, radar cuaca tersebut dapat ditempatkan secara fleksibel di daerah rawan bencana hidrometeorologi, sekaligus menjangkau wilayah yang selama ini masih menjadi blank spot atau belum terlayani radar cuaca operasional.
Dalam kunjungan kerja ke lokasi riset pengembangan radar cuaca non-polarimetrik di Yogyakarta, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menekankan pentingnya aspek keselamatan operasional dan legalitas teknologi. Menurutnya, inovasi ini perlu dilengkapi perlindungan paten yang bersifat universal agar dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan diterapkan pada berbagai produk teknologi ke depan.
“Pengembangan radar ini harus mengedepankan keselamatan operasional serta memiliki dasar hukum yang kuat melalui paten, agar fleksibel dan berkelanjutan,” ujar Teuku Faisal.
Riset yang berlangsung sejak 2020 ini melibatkan BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta mitra industri PT Solusi 247. Kolaborasi ini ditujukan untuk mendorong kemandirian teknologi nasional dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.
BMKG menegaskan bahwa radar cuaca ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan sistem radar yang telah ada. Perangkat tersebut berfungsi sebagai instrumen pendukung yang mampu menyajikan informasi cuaca secara real-time kepada masyarakat. Setelah melalui proses sertifikasi dan standarisasi, BMKG akan mendorong hilirisasi serta komersialisasi agar teknologi ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas.
Pengembangan radar cuaca non-polarimetrik ini diharapkan dapat memperkuat kedaulatan teknologi nasional dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Inovasi ini sekaligus menunjukkan kapasitas talenta lokal dalam menghadirkan solusi teknologi yang berdampak langsung pada keselamatan publik. [nadira]