trending

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Puncaknya Diperkirakan Agustus

Penulis Nadira Sekar
Mar 11, 2026
Foto: Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani (dok. BMKG)
Foto: Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani (dok. BMKG)

ThePhrase.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih awal dibandingkan pola klimatologi normal.

Perubahan ini dipengaruhi oleh berakhirnya fenomena La Niña lemah pada Februari 2026. Saat ini kondisi iklim global telah beralih ke fase netral dan berpotensi berkembang menuju El Niño pada pertengahan tahun.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa hasil pemantauan anomali iklim global di Samudra Pasifik menunjukkan indeks ENSO berada di angka -0,28 yang menandakan fase netral. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga Juni 2026. Namun, pada semester kedua tahun ini terdapat peluang sekitar 50–60 persen munculnya El Niño kategori lemah hingga moderat yang dapat memengaruhi pola cuaca di Indonesia.

Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diproyeksikan tetap berada pada fase netral sepanjang tahun. Menurut Faisal, peralihan angin baratan atau monsun Asia menjadi angin timuran atau monsun Australia menjadi salah satu indikator utama dimulainya musim kemarau di wilayah Indonesia.

BMKG mencatat sekitar 114 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026. Wilayah yang lebih dulu mengalami kondisi ini antara lain pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian kecil wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Pada Mei 2026, sebanyak 184 ZOM atau sekitar 26,3 persen wilayah diperkirakan menyusul memasuki musim kemarau. Kemudian pada Juni 2026, sekitar 163 ZOM atau 23,3 persen wilayah lainnya diprediksi mulai mengalami musim kemarau.

Secara keseluruhan, BMKG memperkirakan sekitar 325 ZOM atau 46,5 persen wilayah Indonesia akan mengalami awal musim kemarau yang lebih cepat dari biasanya. Sementara itu, sekitar 173 ZOM atau 24,7 persen wilayah diperkirakan mengalami waktu kemarau yang relatif sama dengan rata-rata tahunan, dan sekitar 72 ZOM atau 10,3 persen wilayah diprediksi mengalami kemarau yang datang lebih lambat.

Wilayah yang diperkirakan mengalami awal musim kemarau lebih cepat meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga beberapa wilayah Papua.

Puncak musim kemarau diperkirakan mulai terjadi pada Juli di sejumlah wilayah seperti sebagian Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta sebagian kecil Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga wilayah barat Papua. Pada Agustus, kondisi kering diprediksi semakin meluas mencakup Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, seluruh Bali dan Nusa Tenggara, serta sebagian wilayah Maluku dan Papua.

Memasuki September, puncak musim kemarau diperkirakan masih terjadi di beberapa wilayah seperti Lampung, sebagian kecil Jawa, dan sebagian besar Nusa Tenggara Timur. Kondisi serupa juga diprediksi berlangsung di wilayah Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, serta beberapa wilayah Papua.

BMKG juga memproyeksikan sifat musim kemarau 2026 secara umum akan lebih kering dari biasanya. Sekitar 451 ZOM atau 64,5 persen wilayah diperkirakan mengalami kemarau dengan sifat bawah normal, sementara 245 ZOM atau 35,1 persen wilayah berada pada kategori normal. Hanya sebagian kecil wilayah di Gorontalo dan Sulawesi Tenggara yang diprediksi mengalami kemarau dengan curah hujan di atas normal.

Dengan kondisi tersebut, BMKG memperkirakan durasi musim kemarau di sekitar 57,2 persen wilayah Indonesia berpotensi berlangsung lebih panjang dari biasanya. Karena itu, Faisal menekankan pentingnya langkah antisipasi dari pemerintah maupun masyarakat untuk menghadapi berbagai potensi dampak yang dapat muncul selama musim kemarau. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic