trending

BMKG Tegaskan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai Langkah Mitigasi, Bukan Pemicu Cuaca Ekstrem

Penulis Nadira Sekar
Feb 04, 2026
BMKG Tegaskan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai Langkah Mitigasi, Bukan Pemicu Cuaca Ekstrem
BMKG Tegaskan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai Langkah Mitigasi, Bukan Pemicu Cuaca Ekstrem

ThePhrase.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) merupakan langkah mitigasi bencana yang terukur dan berbasis kajian ilmiah, bukan penyebab terjadinya cuaca ekstrem. Kebijakan ini dijalankan sebagai respons atas menurunnya daya dukung lingkungan serta meningkatnya risiko bencana akibat perubahan iklim.

Penegasan tersebut disampaikan menanggapi narasi di media sosial yang menyebut OMC berpotensi menjadi “bom waktu” dan memicu ketidakstabilan cuaca, termasuk pembentukan cold pool, pemindahan hujan ke wilayah lain, hingga banjir besar.

BMKG menjelaskan bahwa cold pool merupakan fenomena meteorologi alami yang selalu terjadi pada setiap hujan, baik dengan maupun tanpa intervensi manusia. Fenomena ini terbentuk akibat penguapan air hujan di bawah awan badai yang menyebabkan udara mendingin dan turun ke permukaan. Oleh karena itu, mengaitkan cold pool sebagai dampak berbahaya dari OMC dinilai tidak tepat secara ilmiah.

“Implementasi OMC bertujuan murni untuk mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat dengan menambah atau mengurangi curah hujan–bukan pemicu cuaca tidak stabil,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Selasa (3/2).

OMC dengan teknik penyemaian awan tidak menciptakan awan baru, melainkan bekerja pada awan yang telah terbentuk secara alami. Tujuan utamanya adalah mengatur intensitas curah hujan untuk mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat, bukan menciptakan cuaca ekstrem. Cold pool yang terbentuk dari hujan hasil OMC pun memiliki karakteristik yang sama dengan hujan alami.

BMKG juga menepis klaim bahwa OMC mampu menimbulkan gangguan atmosfer berskala besar. Teknologi saat ini dinilai belum memungkinkan manusia menciptakan massa udara dingin dalam skala luas. Modifikasi cuaca hanya memicu proses alami pada awan yang sudah jenuh.

Terkait isu pemindahan hujan, BMKG menjelaskan bahwa OMC dilakukan melalui dua metode, yakni Jumping Process Method untuk menjatuhkan hujan di laut sebelum awan mencapai daratan, serta Competition Method yang bertujuan menghambat pertumbuhan awan agar tidak berkembang menjadi Cumulonimbus masif. Kedua metode tersebut tidak dimaksudkan untuk memindahkan hujan ke wilayah permukiman lain.

Meski demikian, BMKG mengakui bahwa kapasitas lingkungan dalam menyerap air hujan sangat menentukan terjadinya banjir. Hilangnya sekitar 800 situ di wilayah Jabodetabek sejak 1930-an disebut menjadi salah satu faktor utama berkurangnya daerah resapan air, sehingga meningkatkan risiko banjir.

Karena itu, BMKG menekankan penataan lingkungan sebagai langkah utama dalam pengendalian banjir. Namun, di tengah keterbatasan daya dukung lingkungan dan meningkatnya potensi hujan ekstrem akibat perubahan iklim, OMC tetap diperlukan sebagai alat bantu pengelolaan risiko cuaca.

BMKG juga menegaskan tidak ada kepentingan rasional bagi pemerintah untuk menciptakan cuaca buruk yang dapat merugikan perekonomian maupun membahayakan keselamatan masyarakat. OMC diposisikan sebagai alat bantu dalam pengelolaan risiko cuaca di tengah menurunnya daya dukung lingkungan. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic