
ThePhrase.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan gelombang tsunami sudah terjadi di sejumlah titik pesisir Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut).
Tsunami itu terjadi pasca-gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang terjadi di Pantai Selatan Mindanao, Filipina pada Senin (8/6) pagi.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengungkapkan gelombang tsunami pertama kali tercatat di Loloda, Halmahera Barat, Malut pada pukul 07.20 WIB dengan ketinggian gelombang mencapai 9 sentimeter.
Pada pukul 07.27 WIB, gelombang tsunami juga terdeteksi di dua Kepulauan Sulut, yakni di Melonguane, Kepulauan Talaud dengan ketinggian gelombang setinggi 19 sentimeter dan di Ulusiau, Sitaro dengan ketinggian mencapai 18 sentimeter.
"(Tsunami) Telah terdeteksi di Loloda-Halmahera Barat, Melonguane-Kepulauan Talaud," kata Wijayanto, Senin (8/6).
Wijayanto memperingati masyarakat agar tetap waspada meski ketinggian gelombang tsunami yang terdeteksi masih di bawah 20 sentimeter.
Ia menyebut ancaman potensi tsunami belum sepenuhnya berakhir, sebab karakteristik gelombang tsunami dapat kembali datang dengan kekuatan dan ketinggian yang jauh lebih besar.
Seperti ditekahui, pusat gempa tektonik berada di koordinat 5,80° LU ; 125,14° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 244 km arah Barat Laut Pulau Karatung, Sulut dengan kedalaman 47 km.
"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng," tuturnya.
Menurutnya berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan, gempa bumi ini berpotensi tsunami dengan status siaga di Kabupaten Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa, Toli-toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate dan Kota Bitung.
Sementara status waspada di Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Minahasa Selatan, Kota Bontang, dan Berau. (M Hafid)