
ThePhrase.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan bahan bakar alternatif bernama Petasol yang berasal dari limbah plastik dan diklaim mampu mengurangi emisi hingga 79 persen dibandingkan pembakaran terbuka.
Inovasi tersebut menjadi salah satu terobosan dalam mengatasi persoalan sampah plastik sekaligus menyediakan sumber energi alternatif bagi masyarakat. Petasol bahkan telah diuji coba secara langsung untuk bahan bakar perahu nelayan di Jepara, Jawa Tengah.
Kepala BRIN, Arif Satria menjelaskan bahwa Petasol dapat menjadi solusi terintegrasi yang menjawab tantangan lingkungan sekaligus kebutuhan energi masyarakat.
“Petasol merupakan bahan bakar dari limbah plastik yang tidak lagi dapat didaur ulang. Ini menjawab persoalan sampah sekaligus menyediakan energi alternatif,” ujar Arif, melansir Infopublik.id, Minggu (26/04/2026).
Dalam uji coba tersebut, Petasol digunakan untuk mengoperasikan perahu nelayan dan menunjukkan performa mesin yang stabil. Hasil tersebut membuka peluang pemanfaatan bahan bakar ini di sektor kelautan maupun pertanian.
Bahan bakar alternatif ini diproduksi menggunakan mesin inovasi BRIN berbasis metode pirolisis Fastpol Gen-5 yang mampu mengolah berbagai jenis plastik seperti LDPE, HDPE, PP, dan PS, bahkan dalam kondisi kotor dan basah. Teknologi ini memungkinkan pengolahan limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi menjadi produk bernilai tambah.
Pada aspek energi, Petasol juga membawa dampak signifikan bagi lingkungan.
“Pemanfaatan limbah plastik melalui pirolisis dapat mengurangi emisi hingga 79 persen dibandingkan pembakaran terbuka,” jelas Peneliti Ahli Utama BRIN, Tri Martini Patria.
Dari sisi ekonomi, Petasol juga dinilai menjanjikan dengan potensi keuntungan sekitar Rp4.700 per liter. Kualitas bahan bakar yang dihasilkan telah melalui pengujian laboratorium dan memenuhi standar diesel, sehingga aman digunakan untuk berbagai mesin.
Lebih lanjut, Petasol juga dinilai adaptif untuk diterapkan pada skala komunitas. Dengan kapasitas mesin sekitar 50 kilogram, pengolahan limbah plastik dapat melayani hingga 1.000 kepala keluarga, sehingga dapat menjadi solusi berbasis masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Saat ini, inovasi Petasol telah diterapkan di sekitar 84 kabupaten/kota dan ditargetkan terus diperluas, terutama di wilayah pesisir dan sentra pertanian.
Melalui Petasol, BRIN dan pemerintah memperkuat komitmennya dalam mendorong ekonomi sirkular, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, serta meningkatkan nilai tambah limbah menjadi sumber daya produktif. [fa]