sportLiga Champions

Bruno Fernandes Kritik Strategi Michael Carrick, Hubungan Kapten dan Pelatih Manchester United Memanas

Penulis Ahmad Haidir
Oct 23, 2026
Hubungan Bruno Fernandes dengan Michael Carrick di Manchester United memanas. Foto Instagram Manchester United.
Hubungan Bruno Fernandes dengan Michael Carrick di Manchester United memanas. Foto Instagram Manchester United.

Thephrase.id - Kekalahan telak 1-4 dari Como dalam Liga Champions 2026-2027 menjadi malam yang menyakitkan bagi Manchester United, terlebih hasil tersebut memicu kritik terbuka dari sang kapten, Bruno Fernandes, terhadap pendekatan taktik yang diterapkan pelatih Michael Carrick.

Kekecewaan itu terlihat setelah pertandingan ketika Carrick berjalan melintasi lapangan untuk menghampiri sekitar 700 suporter Manchester United yang datang memberikan dukungan. Manajer asal Inggris tersebut juga menyampaikan permintaan maaf atas penampilan timnya yang jauh dari harapan.

Sikap Carrick tersebut mengingatkan pada momen ketika Ole Gunnar Solskjaer melakukan hal serupa setelah Manchester United kalah 1-4 dari Watford pada November 2021, sebelum akhirnya dipecat dari jabatan pelatih kepala hanya sehari berselang.

Akan tetapi, persoalan Manchester United tidak berhenti pada hasil pertandingan karena Fernandes justru melontarkan pernyataan yang menyoroti keputusan tim pelatih dalam menentukan strategi menghadapi Como, khususnya terkait pendekatan saat melakukan tekanan terhadap lawan.

"Kami mengambil keputusan bersama staf pelatih untuk tidak melakukan pressing satu lawan satu dan terkadang membiarkan ruang di belakang sambil berusaha merebut bola, tetapi ketika terlalu sering memberikan penguasaan bola kepada tim seperti ini, mereka akan semakin percaya diri," ujar Fernandes dilansir TNT Sports.

Ketika ditanya secara langsung apakah Carrick telah melakukan kesalahan dalam menyusun taktik, gelandang asal Portugal itu menyerahkan penilaian tersebut kepada tim pelatih
Ia menegaskan bahwa Manchester United terkadang harus lebih berani mengambil risiko dengan melakukan tekanan tinggi untuk membuat lawan kesulitan.

"Itu menjadi tugas pelatih dan stafnya untuk menilai, bukan saya, tetapi terkadang kami harus lebih berani ketika menghadapi tekanan, mengambil risiko dengan melakukan pressing tinggi, dan membuat lawan merasa tidak nyaman," kata Fernandes.

Menanggapi pernyataan kaptennya dalam konferensi pers setelah pertandingan, Carrick memberikan jawaban singkat dengan menekankan bahwa strategi apa pun tidak akan membuahkan hasil apabila para pemain tidak menunjukkan kerja keras, baik ketika bergerak maju maupun saat harus kembali membantu pertahanan.

"Terlepas dari sistem atau taktik yang digunakan, jika kalian tidak berlari, tidak bergerak maju, dan tidak berlari kembali untuk membantu pertahanan, kalian tidak akan bisa menang," ujar Carrick.

Mantan pemain Manchester United tersebut juga enggan membahas kemungkinan dirinya kehilangan jabatan. Ia mengakui bahwa penampilan timnya tidak dapat diterima dan menegaskan bahwa dirinya merasa bertanggung jawab untuk menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung yang telah mengorbankan waktu dan tenaga demi mendukung klub.

"Saya harus meminta maaf kepada para pendukung, karena saya sangat peduli terhadap klub sepak bola ini, sama seperti siapa pun, bahkan mungkin lebih, mengingat posisi saya saat ini dan betapa besar arti klub ini bagi saya, sehingga penampilan seperti yang kami tunjukkan malam ini tidak dapat diterima," kata Carrick.

Ia menambahkan bahwa kedatangannya untuk menghampiri suporter bukanlah sesuatu yang luar biasa karena dirinya memang terbiasa melakukan hal tersebut. Ia  ingin menunjukkan penghargaan terhadap dukungan yang telah diberikan selama beberapa pekan terakhir, meskipun hasil dan performa Manchester United belum sesuai harapan.

"Saya selalu menghampiri para penggemar, apa pun hasilnya, sehingga tidak ada alasan khusus yang berbeda kali ini, karena saya menghargai dan memahami apa yang telah mereka lalui serta dukungan yang sudah mereka berikan selama beberapa pekan terakhir," ucap Carrick.

"Saya juga merasakan hal yang sama seperti mereka karena kami memiliki banyak nilai yang harus dijaga, termasuk cara kami bermain dan membawa nama klub ini, sehingga meskipun kami bisa menang atau kalah, cara kami bermain malam ini tetap tidak dapat diterima, dan saya hanya ingin para pendukung tahu bahwa saya turut merasakan kekecewaan mereka," tutur Carrick.

Carrick sebelumnya mendapatkan kontrak berdurasi dua tahun setelah membawa Manchester United kembali ke Liga Champions musim lalu dengan catatan 12 kemenangan dari 17 pertandingan, tetapi perjalanan timnya pada musim ini justru mengalami kemerosotan hingga mereka terdampar di peringkat ke-13 klasemen Premier League, hanya unggul tiga poin atas Sunderland yang menempati posisi terbawah. 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic