
Thephrase.id - Hujan deras disertai petir mengguyur Old Trafford ketika pertandingan Manchester United kontra Ipswich Town memasuki pengujung laga. Bahkan air hujan sampai masuk melalui bagian atap stadion dan menciptakan pemandangan yang menambah dramatis suasana setelah tuan rumah sempat berada dalam situasi sulit.
Akan tetapi, cuaca buruk tersebut tidak menggambarkan akhir pertandingan Manchester United karena pasukan Michael Carrick justru mampu menutup laga dengan kemenangan 5-2, dengan Bruno Fernandes menjadi sosok paling menonjol berkat tiga gol yang dicetaknya.
Pertandingan tersebut juga menjadi momen penting bagi Marcus Rashford yang kembali dipercaya bermain sebagai starter di Premier League untuk Manchester United untuk pertama kalinya sejak Desember 2024, sementara Kobbie Mainoo turut masuk dalam susunan pemain awal yang diturunkan Carrick.
Di tengah perhatian terhadap kembalinya Rashford dan keterlibatan Mainoo, Bruno justru mengambil panggung utama melalui penampilan produktif yang menghasilkan hattrick ketiganya bersama Manchester United.
"Apa lagi yang bisa saya katakan? Kami sudah cukup banyak membicarakan dia dan saya baru berada di sini selama enam atau tujuh bulan," tegas Carrick dilansir BBC.
Perjalanan Bruno pada musim ini sebelumnya tidak berjalan mulus karena ia termasuk dalam sejumlah pemain Manchester United yang tampil di bawah performa ketika secara mengejutkan kalah 0-2 dari Hull City.
Tetapi situasinya berubah setelah ia menerima penghargaan PFA Players' Player of the Year pada Selasa, 25 Agustus 2026 berkat kontribusinya dalam membantu Manchester United kembali ke Liga Champions setelah dua tahun absen.
Pada musim sebelumnya, gelandang berusia 31 tahun itu juga mencatatkan rekor Premier League dengan 21 assist, sedangkan sebelum pertandingan melawan Ipswich Town ia sempat memasuki lapangan bersama putra PC Matthew Blades yang meninggal secara tragis dalam kecelakaan tabrakan dari arah berlawanan di A66 dekat Middlesbrough.
Bruno sempat tidak banyak terlihat ketika pertandingan dimulai dan Manchester United harus tertinggal lebih dahulu dari tim asuhan Gary O'Neil, tetapi peluang yang datang kemudian berhasil dimanfaatkan sang kapten untuk mengubah jalannya pertandingan.
Gol pertamanya lahir setelah Marcelino Nunez kehilangan keseimbangan tanpa tekanan sehingga Matheus Cunha mendapatkan ruang untuk bergerak menuju pertahanan Ipswich dan memberikan umpan kepada Bruno yang kemudian melepaskan tembakan keras untuk menyamakan kedudukan.
Fernandes kembali menunjukkan ketenangannya setelah Manchester United memperoleh penalti dan berhasil mengeksekusinya di depan Stretford End untuk membawa timnya unggul 3-1 setelah satu jam pertandingan, sebuah momen yang memiliki tekanan tersendiri mengingat ia sebelumnya gagal mencetak gol dari dua penalti pada pramusim.

Tujuh menit kemudian, Bruno melengkapi hattrick sekaligus mencatatkan tiga gol dalam satu pertandingan untuk ketiga kalinya bersama Manchester United, meskipun sebelumnya ia hampir mencetak gol spektakuler dari jarak sekitar 55 yard setelah Ipswich kehilangan bola sesaat setelah babak kedua dimulai dan kiper Kjell Scherpen harus mundur dengan cepat sebelum bola akhirnya hanya mengenai bagian atas gawang.
"Dia sangat berarti, maksud saya, dia adalah kapten dan sudah berada di sini selama beberapa tahun serta mengalami berbagai macam emosi, dan pada hari seperti ini ketika Anda membutuhkan pemain tertentu untuk memberikan sesuatu yang berbeda, dia melakukannya dengan sangat baik," beber Carrick.
Selepas peluit panjang berbunyi, Bruno terlebih dahulu berbicara dengan pemain pengganti Benjamin Sesko mengenai persoalan teknis terkait umpan yang coba diberikan kepadanya pada masa tambahan waktu.
Ia berjabat tangan dengan para pemain Ipswich Town dan ofisial pertandingan sebelum menyadari bahwa ia belum mengambil bola pertandingan sebagai hadiah atas hat-trick yang dicetaknya.
"Jelas, ini adalah pekan yang besar dan mengakhirinya dengan kemenangan di kandang hari ini sangat berarti, saya mengatakan sebelum pertandingan bahwa ada hari-hari tertentu ketika Anda bisa merasakannya dan ini adalah salah satunya, ketika segala sesuatu datang kepada Anda dan Anda harus mengambil kesempatan tersebut," ucap Bruno.
"Saya benci kalah dan sulit untuk tetap positif ketika Anda kalah dalam pertandingan, sangat sulit bagi saya untuk mengendalikan emosi, karena di klub ini Anda ingin berada di atas segalanya," tandasnya.