BSSN Koordinasi dengan Siber Polri Tangani Kebocoran Data

- Advertisement -spot_imgspot_img

ThePhrase.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) akan berkoordinasi dengan Siber Polri untuk menangani dugaan kebocoran data.

Foto: Ilustrasi Hacker (freepik.com image by Racool_studio)

Melalui pernyataan resmi, BSSN mengungkap bahwa pihaknya telah menelusuri beberapa insiden dugaan kebocoran data serta memvalidasi data yang dipublikasikan oleh hacker, Bjorka di forum online.

“BSSN telah melakukan penelusuran terhadap beberapa dugaan insiden kebocoran data yang terjadi, serta melakukan validasi terhadap data-data yang dipublikasikan,” ujar Juru Bicara BSSN, Ariandi Putra dalam keterangannya, Sabtu (10/9).

Menurut Ariandi BSSN telah melakukan koordinasi dengan setiap PSE yang diduga mengalami insiden kebocoran data, termasuk PSE di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara.

“BSSN bersama dengan PSE terkait telah dan sedang melakukan upaya-upaya mitigasi cepat untuk memperkuat sistem keamanan siber guna mencegah risiko yang lebih besar pada beberapa PSE tersebut,” kata Ariandi.

Lebih lanjut, pihaknya berkoordinasi dengan penegak hukum Direktorat Tindak Pidana SIber Bareskrim Polri untuk mengambil langkah-langkah penegakan hukum. Keamanan siber sendiri menurut BSSN merupakan tanggung jawab bersama.

Untuk itu, lembaga tersebut memberikan dukungan teknis dan meminta PSE untuk memastikan keamanan sistem  sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

Hacker Bjorka Bocorkan Data

Untuk informasi, belakangan ini Indonesia tengah diserang oleh Hacker dengan nama Bjorka yang membocorkan data-data. Pembocoran data pertamanya di breached.to adalah data pelanggan Tokopedia yang dibobol pada April 2020 berukuran 11 GB (compressed) dan 24 GB (uncompressed). Isinya user ID, password hash, email, hingga nomor telepon.

Pembocoran data keduanya mencapai 270.904.989 data pengguna media sosial literatur Wattpad. Data ini dibobol pada Juni 2020. Isinya mencakup password, login, nomor kontak, hingga nama asli.

Di hari yang sama, Bjorka merilis 26 juta data pelanggan IndiHome. Isinya mencakup nama lengkap, email, gender, Nomor Induk Kependudukan (NIK), IP Address, hingga situs apa saja yang dikunjungi.

Pada 31 Agustus 2022, user ini mengunggah 1,3 miliar data registrasi SIM card yang diklaim dibobol dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Isinya adalah NIK, nomor telepon, provider, hingga tanggal registrasi.

Tak berhenti mengejutkan Indonesia, Bjorka kembali membocorkan 105 juta data kependudukan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), 6 September 2022. Isinya NIK, nomor Kartu Keluarga (KK), hingga nama lengkap.

Yang lebih menggemparkan adalah pembocoran data surat rahasia untuk Presiden Jokowi pada periode 2019-2022 pada 9 September 2022. Salah satunya adalah surat dalam amplop tertutup dari Badan Intelijen Negara (BIN).

Terbaru, Bjorka menuliskan sebuah runutan cerita mengenai dalang pembunuhan Munir. Akunnya sempat hilang, ia mengaku hilangnya akun ini karena pemerintah Indonesia. Sebelum ditangguhkan, Bjorka sempat membagikan informasi data atau doxing pejabat tinggi lainnya, seperti Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, Ketua DPR Puan Maharani, hingga Menteri BUMN Erick Thohir. [nadira]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you