ThePhrase.id - Manajer Manchester United, Ruben Amorim, memberikan klarifikasi terkait komentar emosionalnya seusai kekalahan dari Grimsby Town di ajang EFL Cup.
Dalam wawancara terbaru, Amorim mengakui ucapannya tentang keinginannya untuk mundur dan kekecewaannya terhadap para pemain adalah luapan perasaan sesaat.
Seusai kalah lewat adu penalti di Blundell Park dari klub divisi empat, Amorim sempat menyatakan timnya "sepenuhnya hilang arah" dan bahwa "sesuatu harus diubah". Komentar tersebut memicu spekulasi mengenai masa depannya di Old Trafford.
Dalam pernyataannya, Amorim menjelaskan bahwa setiap kali tim mengalami kekalahan serupa, reaksinya memang cenderung meledak-ledak.
"Kadang saya benci pemain saya, kadang saya mencintai mereka. Kadang saya ingin berhenti, kadang saya ingin berada di sini selama 20 tahun," beber Amorim.
Amorim mengakui bahwa dirinya harus memperbaiki cara mengendalikan emosi di depan media, meski hal itu tidak mudah. "Sekarang saya fokus pada pertandingan berikutnya," tambahnya.
Amorim juga menyinggung bahwa ia sempat berbicara kepada beberapa media dengan pernyataan bahwa "tim dan para pemain sudah berbicara lantang hari ini" tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia juga mengatakan perlu berdiskusi dengan manajemen klub pekan depan untuk "memikirkan beberapa hal".
Pelatih asal Portugal tersebut memahami bahwa pernyataan seperti itu akan memancing perdebatan soal masa depannya. "Jika punya perilaku seperti ini, harus paham ada sisi baik dan sisi buruknya," sambung Amorim.
Ia juga menegaskan tidak akan mengubah cara berkomunikasinya hanya karena tekanan publik. "Banyak orang berpengalaman bilang saya harus lebih tenang, lebih konsisten. Saya paham, tapi saya tidak akan seperti itu. Ini cara saya bekerja, ini sumber semangat saya," tegasnya.
Meski demikian, Amorim mengaku bahwa dirinya cepat tenang setelah luapan emosi. "Saya tidak butuh siapa pun, hanya butuh sepuluh menit sendirian," ujarnya.
Ketika diminta memperjelas ucapannya soal mundur, Amorim menggambarkan kondisi emosinya. "Kadang saya ingin berhenti, kadang saya benci pemain saya, kadang saya bahkan kesal pada anak-anak saya. Itu tidak akan berubah. Kadang itu hal yang baik, kadang hal lucu," ungkap Amorim.
Manchester United memastikan tidak memiliki niat untuk memecat Amorim. Namun saat ditanya apakah ia yakin masih akan melatih pada Senin mendatang, Amorim tidak memberikan jaminan.
"Itu rencana saya, tapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Saya manajer Manchester United dan saya rasa itu tidak akan berubah," kata Amorim.
"Saya bermain sepanjang hidup di 4-4-2 dan 4-3-3. Satu-satunya sistem yang tidak pernah saya mainkan adalah 3-4-3. Jika saya merasa harus mengubahnya, saya akan mengubahnya segera. Tapi jika saya mengubah ke sesuatu yang tidak saya yakini, pemain akan merasa saya memberi instruksi yang tidak saya percayai. Ini bukan soal sistem, kami tidak kalah dari Grimsby karena sistem," jelasnya.
Manchester United saat ini belum meraih kemenangan di musim ini setelah kalah 0-1 dari Arsenal dan imbang 1-1 melawan Fulham di Premier League.
Setan Merah United dijadwalkan menjamu Burnley pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Klub sebelumnya telah menggelontorkan sekitar £200 juta (sekitar Rp4 triliun) untuk mendatangkan Matheus Cunha, Bryan Mbuemo, dan Benjamin Sesko pada bursa transfer musim panas lalu.
"Kami menjalani pramusim yang bagus, bermain konsisten, meski ada 30 menit buruk melawan Fulham dan performa yang mengecewakan melawan Grimsby. Sekarang saatnya memulai lagi, fokus pada pertandingan selanjutnya," tutupnya. (Rangga)