Buka Puasa Bersama KPP di Tower NasDem, Sinyal Partai Golkar Akan Bergabung?

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Partai Golkar dinilai memiliki kemungkinan akan gabung Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) setelah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto hadir pada acara buka puasa bersama KPP di Tower NasDem, Jakarta, Sabtu (25/3) lalu.

Suasana buka puasa bersama petinggi KPP bersama Airlangga Hartarto dan Jusuf Kalla di Tower NasDem, Jakarta, Sabtu (25/3/23). (Foto: Instagram/golkar.indonesia)

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia menyebut bahwa Airlangga sempat berbicara empat mata dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh untuk mendalami kemungkinan-kemungkinan kerja sama antara partai Golkar dengan NasDem.

“Jadi dalam pembicaraan itu kan memang namanya membangun kerja sama enggak bisa sekali ketemu, banyak yang diperbincangkan, didiskusikan untuk menyamakan visi dan platform it,” ucap Ahmad Doli Kurnia, seperti dikutip Antara, Senin (27/3).

Diketahui saat ini Partai Golkar tergabung ke dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PAN dan PPP. Pertemuan tersebut menyiratkan akan terjalinnya koalisi antara KPP dengan Partai Golkar, atau bahkan penggabungan KPP dengan KIB untuk Pilpres 2024 mendatang.

“Sangat dimungkinkan dari hasil silaturahmi kalau ada yang sama ketemu ya kita membangun koalisi bersama. bentuknya apakah ada (tambahan) parpol baru atau gabungan koalisi bersama itu kita lihat perkembangannya seperti apa,” jelas Ahmad.

Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar. (Foto: Instagram/ahmadolikurnia)

Ia menambahkan bahwa dalam politik, pada situasi yang masih sangat dinamis, segala kemungkinan yang ada masih bisa terjadi.

“Kita sekarang ini sedang menjajaki, mencari format yang terbaik buat kepentingan bangsa dan negara, jadi semuanya masih kita runding-rundingkan dengan semua elit dan pimpinan partai politik,” tandasnya.

Ia juga menerangkan bahwa saat ini Partai Golkar masih tetap dengan keputusan majukan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden, setelah timbulnya kemungkinan bahwa Airlangga akan dijadikan sebagai calon wakil presiden dari Anies Baswedan.

“Sampai sekarang ini, kami masih konsisten dengan keputusan bahwa Pak Airlangga sebagai calon presiden. Kita belum mendiskusikan apa pun selain dari keputusan itu,” tandas Doli.

KPP Buka Peluang bagi Parpol Lain untuk Bergabung

Willy Aditya (Batik Ungu) bersama Anies Baswedan, perwakilan Partai Demokrat, dan PKS saat peresmian piagam kerja sama KPP di Jakarta, Jumat (24/3/23). (Foto: Instagram/official_nasdem)

Sinyal akan bergabungnya Partai Golkar dengan KPP sejalan juga dengan pernyataan yang disampailan oleh Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya. Menurutnya, KPP masih menunggu kemungkinan bergabungnya partai politik lain untuk hadapi Pemilu 2024 bersama.

“Taktiknya tiga partai ini (NasDem, Demokrat, dan PKS) sebagai modal dasar cukup, tapi kemudian kita harus lihat kalau toh ada tetangga yang tidak mencapai kesepakatan (membentuk koalisi), kenapa kita tidak bersama-sama (KPP)?” ucap Willy Aditya saat konferensi pers peresmian piagam kerja sama KPP di Sekretariat Perubahan, Jakarta, Jumat (24/3). (Rangga)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you