
ThePhrase.id - Pada Minggu (6/9), Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi yang menyebabkan abu vulkanik menyebar ke lima provinsi. Peristiwa ini kembali menyoroti aktivitas gunung api di Indonesia, termasuk sejumlah gunung yang saat ini berstatus Level III atau Siaga.
Indonesia memiliki 69 gunung api aktif yang tersebar di berbagai wilayah. Kondisi ini tidak terlepas dari letak geografis Indonesia yang berada di kawasan pertemuan lempeng tektonik dan menjadi bagian dari jalur gunung api aktif. Aktivitas vulkanik di Indonesia terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Menurut data MAGMA Indonesia melalui situs magma.esdm.go.id per 8 September 2026, terdapat lima gunung api berstatus Level III (Siaga), 22 gunung berstatus Level II (Waspada), dan 42 gunung berstatus Level I (Normal).
Berikut daftar lima gunung api di Indonesia yang berstatus Level III (Siaga):
Level III atau Siaga merupakan status yang diberikan ketika hasil pengamatan visual dan instrumental menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang semakin nyata atau gunung api mengalami erupsi.
Hingga artikel ini ditulis, terdapat lima gunung api yang berstatus Level III atau Siaga, yaitu:
1. Gunung Anak Krakatau, Lampung
2. Gunung Lewotobi Laki-laki, Nusa Tenggara Timur
3. Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah
4. Gunung Semeru, Jawa Timur
5. Gunung Sinabung, Sumatera Utara
Status ini menunjukkan adanya peningkatan vulkanik yang perlu diwaspadai. Namun, bukan berarti seluruh gunung api yang berada pada level siaga sedang mengalami erupsi secara bersamaan.
Aktivitas vulkanik di Indonesia sendiri dapat berlangsung di sejumlah gunung dalam waktu yang berdekatan. Bahkan, pada periode tertentu, beberapa gunung api tercatat mengalami erupsi secara bersamaan. Fenomena ini menunjukkan tingginya aktivitas vulkanik di Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik.
Ketika beberapa gunung api mengalami erupsi secara bersamaan, hal tersebut bukan berarti aktivitas salah satu gunung memicu erupsi di gunung lainnya. Menurut Kementerian ESDM, setiap gunung api memiliki sistem dan suplai magma masing-masing sehingga aktivitasnya lebih dipengaruhi oleh kondisi internal gunung tersebut.
Erupsi yang terjadi secara bersamaan merupakan hal yang wajar, terutama di Indonesia yang berada di kawasan vulkanik aktif. Aktivitas sejumlah gunung api pun terus dipantau oleh PVMBG dan Badan Geologi untuk melihat perubahan aktivitas serta potensi bahaya yang ditimbulkan.
Berdasarkan pemantauan selama 100 hari terakhir, Gunung Semeru menjadi gunung api dengan aktivitas paling tinggi, disusul Gunung Ibu, Gunung Lewotobi Laki-laki, Gunung Dukono, dan Gunung Ili Lewotolok. [Syifaa]