trending

Bukan Hanya Indonesia, Ini Daftar Negara yang Terapkan WFH di Tengah Konflik Timur Tengah

Penulis Nadira Sekar
Apr 03, 2026
Foto: Ilustrasi Work From Home (freepik.com)
Foto: Ilustrasi Work From Home (freepik.com)

ThePhrase.id - Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mendorong banyak negara mengambil langkah penghematan energi. Salah satu kebijakan yang mulai kembali diterapkan adalah sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Indonesia menjadi salah satu negara yang mengadopsi kebijakan tersebut sebagai respons terhadap potensi krisis energi. Pemerintah memutuskan aparatur sipil negara (ASN) bekerja dari rumah satu hari dalam sepekan, yakni setiap Jumat. Sementara itu, sektor swasta dianjurkan menyesuaikan kebijakan serupa sesuai kebutuhan masing-masing.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kebijakan ini berpotensi menghemat kompensasi bahan bakar minyak (BBM) dalam APBN hingga Rp6,2 triliun. Selain itu, penghematan konsumsi BBM di tingkat masyarakat diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp59 triliun.

Langkah serupa juga diterapkan di sejumlah negara Asia yang terdampak langsung gangguan pasokan energi. Melansir Kompas.com, Thailand menginstruksikan pegawai negeri untuk bekerja dari rumah, sekaligus mengatur suhu pendingin ruangan, mengurangi penggunaan lift, serta menunda perjalanan dinas.

Vietnam turut mendorong perusahaan mengizinkan karyawan bekerja dari rumah untuk menekan mobilitas harian. Pakistan bahkan meminta sekitar 50 persen pekerja menerapkan WFH, memperpanjang libur sekolah, serta mempertimbangkan sistem kerja empat hari dalam sepekan guna menghemat konsumsi bahan bakar.

Selain WFH, beberapa negara lain juga menerapkan kebijakan tambahan. Melansir kumparan.com, Sri Lanka memangkas jam kerja dan menetapkan satu hari libur tambahan setiap pekan. Mesir memberlakukan kerja jarak jauh satu hari dalam seminggu, disertai pembatasan jam operasional toko dan penghematan listrik.

Filipina menetapkan status darurat energi dan menyesuaikan operasi sektor transportasi serta pembangkit listrik. Myanmar membatasi pembelian BBM dengan sistem barcode. Sementara itu, Malaysia mengkaji penerapan WFH sektor publik sekaligus meningkatkan subsidi bahan bakar untuk menjaga stabilitas harga.

Di luar itu, berbagai negara juga mengambil langkah mitigasi lain untuk menghadapi krisis energi. Vietnam mempercepat penggunaan bahan bakar nabati. Korea Selatan meningkatkan pemanfaatan pembangkit listrik nuklir dan batu bara. Jepang dan China membatasi ekspor produk minyak bumi. Inggris dan Uni Eropa pun mempertimbangkan penurunan batas kecepatan kendaraan serta pemotongan pajak energi sebagai upaya menekan konsumsi bahan bakar. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic