
Thephrase.id - Situasi politik yang memanas antara Timnas Iran dan Amerika Serikat sebagai tuan rumah bersama kini membayangi keikutsertaan di Piala Dunia 2026.
Meski belum ada pernyataan resmi dari otoritas sepak bola dunia, Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, telah memberikan sinyal kuat mengenai ketidakmungkinan partisipasi negaranya.
Kabar ini mencuat tak lama setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyebut bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebenarnya bersedia menyambut Timnas Iran, terlepas dari ketegangan diplomatik yang sedang terjadi.
Kini, pertanyaan besar tertuju pada siapa yang akan mengisi slot kosong di Grup G yang sedianya diisi oleh Timnas Iran bersama Timnas Belgia, Timnas Selandia Baru, dan Timnas Mesir.
Opsi yang paling logis adalah menunjuk negara lain dari zona Asia (AFC), dengan Timnas Irak dan Timnas Uni Emirat Arab (UEA) menjadi kandidat utama.
Akan tetapi, muncul kabar mengejutkan bahwa FIFA mungkin menempuh jalur berbeda dengan mempertimbangkan negara dengan peringkat tertinggi yang gagal lolos.
Asisten manajer Timnas Irak, Rene Meulensteen, mengungkapkan rumor mengenai peluang Timnas Italia untuk mendapatkan tiket emas tersebut.
"Melalui AFC, kami adalah tim dengan peringkat tertinggi, jadi kami akan mengambil tempat Iran, dan kemudian UEA mungkin masuk untuk menggantikan kami guna melawan pemenang antara Timnas Suriname dan Timnas Bolivia," tegasnya dilansir Talk Sport.
"Tetapi ada juga rumor bahwa jika FIFA membuat keputusan akhir, mereka mungkin mendorong tim dengan peringkat FIFA tertinggi untuk menggantikan Iran, yaitu Timnas Italia," lanjutnya.
Kehadiran Timnas Italia, yang merupakan empat kali juara dunia, memang akan menjadi daya tarik komersial bagi FIFA. Apalagi Gli Azzuri sudah tidak lolos ke Piala Dunia dalam dua edisi terakhir.
Saat ini, pasukan Gennaro Gattuso sedang berjuang melewati babak play-off Eropa setelah gagal meraih tiket otomatis melalui penyisihan grup.
Apabila Timnas Italia gagal lolos melalui jalur kualifikasi normal, Gli Azzurri tetap menjadi kandidat terkuat untuk mengisi posisi yang ditinggalkan berdasarkan peringkat dunia.