
ThePhrase.id - Saat mengisi bahan bakar di SPBU, mungkin tidak banyak orang yang menyadari bahwa BBM telah melewati perjalanan panjang sebelum akhirnya sampai ke kendaraan. Di balik lancarnya pasokan energi yang diterima masyarakat setiap hari, terdapat jaringan infrastruktur distribusi yang bekerja tanpa henti. Salah satu simpul terpenting dalam rantai tersebut adalah fuel terminal.
Fuel terminal bukan sekadar tempat penyimpanan bahan bakar minyak (BBM). Fasilitas ini berfungsi sebagai tempat menerima, menyimpan, menjaga kualitas, sekaligus menyalurkan BBM ke berbagai titik, mulai dari SPBU, kawasan industri, bandara, hingga pelabuhan.
Peran fuel terminal menjadi semakin krusial mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah yang luas dan kebutuhan energi yang tersebar di berbagai daerah. Melalui jaringan terminal yang tersebar di berbagai wilayah, pasokan BBM dapat disalurkan secara bertahap sehingga tetap tersedia ketika dibutuhkan masyarakat.
Selain menjadi pusat distribusi, fuel terminal juga berfungsi sebagai buffer stock atau penyangga pasokan energi. Dengan adanya stok yang tersimpan di berbagai wilayah, distribusi BBM tetap dapat berjalan meski terjadi lonjakan konsumsi, gangguan cuaca, maupun kendala logistik. Sebelum didistribusikan, kualitas BBM juga dipastikan memenuhi standar sehingga energi yang diterima masyarakat tetap terjaga mutunya.
Untuk menjalankan fungsi tersebut, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan 125 Fuel Terminal BBM, 72 Aviation Fuel Terminal, dan 40 Terminal LPG yang tersebar di seluruh Indonesia.
Operasional jaringan tersebut didukung hampir 6.000 armada distribusi yang setiap hari menyalurkan energi ke lebih dari 16.000 lembaga penyalur, mulai dari SPBU, SPBUN, agen BBM, agen LPG, hingga sektor industri, transportasi, dan penerbangan.
Sebaran fuel terminal pun disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah. Regional Sumatera Bagian Utara dan Regional Maluku-Papua menjadi wilayah dengan jumlah Fuel Terminal BBM terbanyak, masing-masing sebanyak 21 terminal. Disusul Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara dengan 20 terminal, Regional Sulawesi 18 terminal, Regional Kalimantan 17 terminal, Regional Sumatera Bagian Selatan 11 terminal, Regional Jawa Bagian Barat 9 terminal, serta Regional Jawa Bagian Tengah 8 terminal.

Jaringan distribusi yang luas tersebut menuntut setiap fuel terminal beroperasi secara optimal. Karena itu, Pertamina secara rutin melakukan Management Walkthrough untuk memastikan seluruh fasilitas siap menjalankan operasinya.
Dalam beberapa waktu terakhir, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan melakukan Management Walkthrough ke Fuel Terminal Tanjung Gerem di Cilegon, Banten. Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengunjungi Fuel Terminal Ujung Berung di Bandung.
Melalui kegiatan tersebut, jajaran manajemen meninjau langsung area penerimaan dan penyaluran BBM, tangki penyimpanan, hingga sistem keselamatan dan tanggap darurat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan implementasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), peningkatan koordinasi antarfungsi, serta mitigasi risiko agar operasional tetap aman dan andal.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengapresiasi seluruh insan Pertamina yang terus menjaga kesiapan fasilitas operasional, termasuk fuel terminal.
"Saya mengapresiasi seluruh tim yang telah menyiapkan berbagai kebutuhan operasional dan terus memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan dengan aman dan andal," kata Oki Muraza.
Senada dengan itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan keandalan distribusi energi bergantung pada kesiapan setiap fasilitas operasional yang dimiliki perusahaan.
"Keandalan distribusi energi dibangun dari kesiapan setiap fasilitas operasional Pertamina. Melalui Management Walkthrough, jajaran manajemen memastikan penerapan HSSE, keunggulan operasional, dan tata kelola perusahaan berjalan secara konsisten sehingga masyarakat dapat terus memperoleh layanan energi yang andal," ujar Baron.
Di balik pasokan BBM yang diterima masyarakat setiap hari, fuel terminal menjalankan fungsi yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat penyimpanan. Keberadaan fasilitas ini menjadi penghubung penting dalam rantai distribusi energi nasional, memastikan pasokan tetap tersedia, berkualitas, dan dapat menjangkau berbagai wilayah di Indonesia secara aman dan andal. [nadira]