sportLiga Champions

Bukan Sembarang Masker, Real Madrid Latihan Menggunakan Penutup Wajah Berteknologi Cosmed K5

Penulis Ahmad Haidir
Feb 06, 2026
Beberapa penggawa Real Madrid termasuk Trent Alexander-Arnold, sempat membagikan foto penggunaan masker. Foto Instagram Real Madrid.
Beberapa penggawa Real Madrid termasuk Trent Alexander-Arnold, sempat membagikan foto penggunaan masker. Foto Instagram Real Madrid.

Thephrase.id - Real Madrid kembali menggelar sesi latihan pada pekan ini setelah menikmati dua hari libur seusai kemenangan atas Rayo Vallecano di La Liga 2025-2026.

Latihan yang berlangsung pada Rabu, 4 Februari 2026 tersebut menarik perhatian karena sejumlah pemain menjalani menu intensitas tinggi sambil mengenakan masker berwarna biru yang tidak biasa.

Beberapa penggawa Los Blancos, termasuk Trent Alexander-Arnold, sempat membagikan foto penggunaan masker tersebut melalui media sosial sehingga memicu rasa penasaran publik.

Masker tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari program yang dipimpin oleh manajer performa Real Madrid, Antonio Pintus, yang bertanggung jawab atas kondisi fisik dan kebugaran pemain.

Meski secara tampilan menyerupai alat latihan di ketinggian, masker ini memiliki fungsi yang berbeda dari metode altitude training.

Antonio Pintus menjelaskan bahwa masker Cosmed K5 digunakan dalam tes singkat berdurasi 15 hingga 20 menit untuk mengukur parameter kebugaran pemain secara akurat.

"Masker ini dirancang untuk mengetahui ambang batas aerobik dan anaerobik para pemain serta tingkat kekuatan mereka saat ini," ujar Pintus kepada Real Madrid TV dilansir BBC.

Perangkat tersebut memungkinkan staf pelatih menganalisis secara presisi nilai VO2 max, yakni kapasitas maksimal tubuh dalam mengonsumsi dan menggunakan oksigen saat melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi.

Selain itu, teknologi ini juga dapat mengidentifikasi sumber energi utama yang digunakan pemain, apakah lebih bergantung pada lemak atau karbohidrat selama latihan.

Penggunaan masker dilakukan menjelang periode krusial musim, ketika Real Madrid akan menghadapi laga penting La Liga melawan Valencia dan Real Sociedad, serta pertandingan fase gugur Liga Champions kontra Benfica.

Fisioterapis olahraga Ben Warbuton menyebut bahwa teknologi masker ini umumnya digunakan dalam lingkungan terkontrol seperti treadmill atau sepeda statis untuk mengukur tingkat kebugaran atlet.

"Mereka menggunakan peralatan berteknologi tinggi agar pengujian dapat dilakukan langsung saat sesi latihan berlangsung, sehingga pelatih bisa melatih dan menguji pemain secara bersamaan," kata Warbuton.

Ia menjelaskan bahwa tes VO2 max konvensional dinilai kurang praktis jika dilakukan di tengah musim kompetisi karena membutuhkan waktu lama dan berpotensi mengorbankan sesi latihan reguler.

"Jika semua pemain harus menjalani tes treadmill atau sepeda statis, itu akan sangat memakan waktu, mereka akan kehilangan satu sesi latihan, dan permukaannya juga berbeda serta lebih keras dibandingkan rumput," ucapnya.

Warbuton menambahkan bahwa penerapan masker dalam latihan sepak bola juga dapat menurunkan risiko cedera jaringan lunak karena pemain tetap berlatih di kondisi yang menyerupai pertandingan.

"Dengan memakai masker ini saat latihan, risiko cedera otot ringan seperti betis tegang bisa sedikit berkurang karena mereka tidak membuang sesi latihan dan tetap mendapatkan data kebugaran yang penting," jelas Warbuton.

Data yang diperoleh dari masker tersebut digunakan untuk menilai kondisi fisik masing-masing pemain serta menyesuaikan beban latihan sesuai kebutuhan individu.

"Hasilnya akan menunjukkan seberapa bugar para pemain, lalu dibandingkan dengan data dasar mereka sendiri atau dengan pemain lain di posisi yang sama, karena pemain dengan VO2 max lebih rendah mungkin membutuhkan latihan fisik tambahan," tutup Warbuton.

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic