
ThePhrase.id - Bumble resmi mengubah salah satu fitur yang selama ini menjadi ciri khasnya sejak diluncurkan pada 2014. Aplikasi kencan tersebut kini memungkinkan siapa pun dalam sebuah match untuk mengirim pesan pembuka terlebih dahulu, termasuk laki-laki dalam match heteroseksual.
Perubahan ini diumumkan pendiri sekaligus CEO Bumble, Whitney Wolfe Herd, dalam laporan kinerja kuartal II 2026. Untuk pertama kalinya, pengguna yang telah melakukan match dapat mengirim satu pesan pembuka tanpa harus menunggu pihak perempuan memulai percakapan.
Meski begitu, percakapan baru dapat berlanjut setelah penerima membalas pesan tersebut. Bumble juga memperpanjang batas waktu untuk merespons pesan pertama, dari sebelumnya 24 jam menjadi 72 jam.
Wolfe Herd mengatakan perubahan ini dilakukan untuk memberikan pengguna lebih banyak fleksibilitas sekaligus mengurangi tekanan saat memulai percakapan. Dalam uji coba di Kanada, Bumble mencatat peningkatan inisiasi percakapan, penurunan jumlah chat yang kedaluwarsa, serta lebih banyak percakapan yang berlangsung dua arah.
Aturan baru ini akan diterapkan secara global pada akhir Agustus 2026.
Perubahan aturan pesan menjadi bagian dari langkah Bumble untuk merespons kejenuhan pengguna terhadap pola aplikasi kencan berbasis swipe. Perusahaan kini mulai mengarahkan pengalaman kencan ke interaksi yang lebih natural dan mendorong pengguna untuk bertemu di dunia nyata.
Bumble juga memastikan fitur Plans yang sebelumnya dikabarkan tengah dikembangkan akan hadir sebagai aplikasi mandiri. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna menemukan dan mengatur aktivitas yang dapat dilakukan bersama.
Di sisi lain, Bumble mulai memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan melalui asisten kencan bernama Bee. Teknologi ini akan bekerja di balik layar untuk membantu menciptakan interaksi yang lebih cepat dan relevan bagi pengguna. Bumble juga tengah menyiapkan sistem baru yang nantinya akan menggantikan mekanisme swipe, meski detailnya belum diungkap.
Melalui perubahan aturan pesan, pengembangan fitur berbasis AI, dan fokus pada interaksi di dunia nyata, Bumble berupaya menghadirkan pengalaman mencari pasangan yang lebih fleksibel sekaligus mengurangi ketergantungan pada pola swipe yang selama ini menjadi identitas utama aplikasi tersebut. [nadira]