e-biz

BUMN Bergerak Bersama Pulihkan NTT, dari Energi hingga Jalur Distribusi Bantuan

Penulis Nadira Sekar
Aug 19, 2026
Foto: Bantuan Pertamina untuk NTT (dok. Pertamina)
Foto: Bantuan Pertamina untuk NTT (dok. Pertamina)

ThePhrase.id - Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8), tidak berhenti pada bangunan yang rusak dan korban jiwa. Aktivitas masyarakat ikut terganggu, sementara sejumlah jalur transportasi dan layanan penting harus menghadapi dampak bencana.

Kondisi inilah yang membuat penanganan bencana di NTT tidak cukup hanya dengan mengirimkan bantuan makanan atau obat-obatan. Pemulihan membutuhkan kerja lintas sektor, termasuk dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Di bawah koordinasi Danantara Indonesia dan BP BUMN, sejumlah BUMN bergerak sesuai dengan kapasitas masing-masing. Peran yang dijalankan pun saling melengkapi, mulai dari memulihkan pasokan listrik dan menjaga ketersediaan energi hingga memastikan konektivitas serta jalur distribusi bantuan tetap berjalan.

“Sebagai wujud kepedulian, Danantara Indonesia bersama BP BUMN bergerak cepat merespons situasi di Nusa Tenggara Timur dengan mengoordinasikan langkah pemulihan melalui BUMN Peduli,” tulis manajemen Danantara Indonesia dalam keterangan resminya, Senin (17/8/2026).

PLN, misalnya, berfokus pada pemulihan listrik. Aliran listrik menjadi salah satu kebutuhan paling mendasar setelah bencana, bukan hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi posko pengungsian, fasilitas umum, dan tim yang bekerja di lapangan. Hingga tahap awal pemulihan, 88% pelanggan dan 98,3% jaringan listrik di wilayah terdampak telah kembali dipulihkan.

Di sisi lain, Pertamina menjaga agar kebutuhan energi tidak ikut menjadi persoalan baru. Selain memastikan ketersediaan BBM dan LPG, Pertamina menyiapkan solar untuk alat berat yang digunakan menangani longsor di jalur Trans-Flores Ende-Bajawa. Ketersediaan Avtur di Bandara Labuan Bajo dan Maumere juga dijaga untuk mendukung mobilitas melalui jalur udara.

“Hingga saat ini, sebagian besar SPBU di Flores telah kembali beroperasi dan layanan lainnya dipulihkan secara bertahap dengan keselamatan sebagai prioritas,” ujar Vice President Corporate Comminication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron.

BUMN Bergerak Bersama Pulihkan NTT  dari Energi hingga Jalur Distribusi Bantuan
Foto: Infografis Bantuan BUMN untuk NTT (dok. ThePhrase.id/Nadira)

Selain energi, konektivitas menjadi bagian penting dalam penanganan bencana. Akses komunikasi dibutuhkan bukan hanya agar masyarakat tetap dapat terhubung dengan keluarga, tetapi juga untuk mendukung koordinasi petugas dan penyaluran bantuan di lapangan. Untuk itu, TelkomGroup menyediakan akses internet gratis di sejumlah titik pengungsian, termasuk IndiHome dan Mesh WiFi di Posko Gelora Samador Maumere.

Namun, bantuan tidak akan berarti banyak jika tidak bisa sampai ke lokasi yang membutuhkan. Karena itu, jalur distribusi menjadi bagian lain dari respons BUMN. PELNI mengangkut sekitar 200 koli bantuan kemanusiaan dari Surabaya menuju Maumere menggunakan KM Tidar dan membuka fasilitas pengiriman bantuan secara gratis melalui jaringan kapal regulernya. ASDP juga mengerahkan KMP Ile Labalekan untuk membawa belasan kendaraan pengangkut logistik dari Kupang menuju Ende.

Penyaluran bantuan langsung juga dilakukan oleh sejumlah bank BUMN. BNI, BRI, dan Bank Mandiri menyalurkan berbagai kebutuhan dasar, mulai dari makanan, air bersih, obat-obatan, popok, hingga genset ke sejumlah wilayah terdampak. BNI juga memastikan sebagian besar jaringan kantor dan ATM tetap beroperasi agar akses masyarakat terhadap layanan perbankan tidak ikut terputus di tengah kondisi darurat.

“BNI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung penanganan pascabencana. Kami berharap kondisi di wilayah terdampak segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal,” ujar Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo.

Rangkaian langkah tersebut menunjukkan bahwa respons BUMN terhadap bencana tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Setiap perusahaan mengambil peran sesuai dengan kapasitas dan jaringan yang dimiliki, mulai dari memulihkan energi dan menjaga konektivitas hingga membuka jalur distribusi agar bantuan dapat terus bergerak menuju masyarakat yang membutuhkan. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic