politics

Bursa Capres: Munculnya Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Tambah Deretan Capres Tanpa Parpol

Penulis Rangga Bijak Aditya
Feb 21, 2026
Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin. (Foto: Instagram/sjafrie.sjamsoeddin)
Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin. (Foto: Instagram/sjafrie.sjamsoeddin)

ThePhrase.id - Pengamat politik, Ray Rangkuti menilai kemunculan Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin dalam bursa bakal calon presiden (capres) semakin menambah daftar figur yang berpeluang maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendatang.

Ray mengatakan bahwa kehadiran Sjafrie berkat kiprah pribadinya, menunjukkan semakin terbukanya peluang bagi tokoh-tokoh tanpa partai politik untuk maju sebagai capres.

"Makin banyak peluang bagi tokoh-tokoh individual untuk dapat dicalonkan sebagai pemimpin nasional. Kehadiran Sjafrie Sjamsoeddin memperpanjang deretan nama itu (capres individu)," kata Ray dalam keterangannya pada Jumat (20/2) dikutip Antaranews.

Ia menjelaskan, fenomena menguatnya figur individual bukanlah hal baru dalam politik Indonesia. Pada sejumlah pemilihan kepala daerah (pilkada), banyak kandidat perseorangan yang bermunculan dan bahkan berhasil memenangkan kontestasi.

Meskipun sebagian dari figur tersebut tetap diusung partai, Ray menilai proses pembentukan citra lebih banyak dibangun melalui kekuatan personal.

Selain itu, Ray menilai kemunculan Sjafrie juga berpotensi menambah kompetitor bagi Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, sebagaimana mencuatnya sejumlah nama yang mulai diperhitungkan untuk mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029.

"Sekali pun nama Gibran masih bertengger sebagai cawapres dengan elektabilitas tertinggi, tapi kehadiran individu-individu baru menambah banyaknya calon yang layak dipertimbangkan oleh Prabowo. Itu dengan sendirinya membuat peluang Gibran terpepet," tukasnya.

Meski demikian, Ray mengingatkan bahwa pencalonan Sjafrie bisa menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Presiden Prabowo. Ia menilai ada potensi dinamika politik yang muncul, terutama jika keduanya dipasangkan.

Menurut Ray, duet Prabowo-Sjafrie berpotensi menghadapi kendala karena sama-sama berlatar belakang purnawirawan TNI serta minim dukungan partai koalisi.

"Tapi jika tidak bersama Prabowo, tentu saja Prabowo akan mempersempit peluangnya untuk melaju. Ini bisa jadi berkah tapi sekaligus jadi pemecah Prabowo-Sjafrie," ucap Ray.

Sebelumnya, survei terbaru yang dirilis Indonesian Public Institute (IPI) menunjukkan figur Sjafrie Sjamsoeddin masuk dalam radar bursa capres 2029. Selain Sjafrie, sejumlah nama gubernur hingga menteri turut mencuat dalam hasil survei tersebut, seperti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic