sportF1

BYD Guncang Balap Mobil Dunia, Dikabarkan Mempertimbangkan Bergabung dengan F1

Penulis Rangga Bijak Aditya
Mar 11, 2026
BYD, produsen otomotif asal China menjajaki kemungkinan untuk terjun ke dunia balap kompetitif, termasuk Formula 1. (Foto: Instagram BYD)
BYD, produsen otomotif asal China menjajaki kemungkinan untuk terjun ke dunia balap kompetitif, termasuk Formula 1. (Foto: Instagram BYD)

ThePhrase.id - BYD, produsen otomotif asal China yang belakangan ini gencar merangsek pasar global, tengah menjajaki kemungkinan untuk terjun ke dunia balap kompetitif, termasuk Formula 1 dan ajang ketahanan bergengsi sekelas 24 Hours of Le Mans.

Langkah ini disebut-sebut dipicu oleh pertumbuhan BYD yang sangat pesat di luar negeri, seiring tren olahraga motorsport dunia yang kian beralih ke teknologi mesin hibrida.

Bloomberg melaporkan, sejumlah opsi tengah dipertimbangkan, mulai dari bergabung di World Endurance Championship hingga F1, baik dengan membangun tim sendiri dari nol maupun mengakuisisi tim yang sudah ada.

Apabila benar-benar terwujud, langkah BYD ini akan menjadi salah satu upaya langsung yang langka dari produsen otomotif China untuk bersaing di olahraga yang selama ini didominasi tim-tim dari Eropa dan Amerika Serikat.

Biaya masuk F1 disebut menjadi salah satu hambatan terbesar yang harus dihadapi BYD. Proses pengembangan dan pendaftaran tim bisa memakan waktu bertahun-tahun serta menelan biaya sekitar Rp8,1 triliun per musim.

BYD belum mengambil keputusan apa pun terkait rencana ini, dan tidak menutup kemungkinan perusahaan akhirnya memilih untuk tidak masuk ke kompetisi mana pun.

Di luar motorsport, BYD juga tengah memperluas jangkauannya ke segmen kendaraan mewah. Pada 2025, merek premium mereka, Yangwang, menguji model U9 Xtreme di sirkuit di Jerman dan mencatatkan kecepatan puncak lebih dari 495 kilometer per jam.

BYD Guncang Balap Mobil Dunia  Dikabarkan Mempertimbangkan Bergabung dengan F1
Biaya masuk F1 disebut menjadi salah satu hambatan terbesar yang harus dihadapi BYD. (Foto: Instagram F1)

Kehadiran BYD di F1 diyakini juga akan mendongkrak popularitas merek tersebut di Amerika Serikat. Saat ini perusahaan belum memasarkan kendaraannya di sana akibat tarif tinggi dan pembatasan pasar.

Ketua FIA, Mohammed Ben Sulayem, sebelumnya sudah menyuarakan keinginannya agar ada tim dari China di grid F1, dan menyebut kehadiran produsen otomotif China sebagai langkah logis berikutnya pascamasuknya Cadillac.

Popularitas F1 di China terus meningkat setelah seri Shanghai kembali digelar pada 2024 usai absen lima tahun, ditambah hadirnya Zhou Guanyu sebagai pembalap F1 pertama dari China sejak 2022.

Bergabung ke F1 melalui akuisisi tim lebih umum terjadi ketimbang membangun tim baru,l. Musim ini menjadi debut Audi setelah mengambil alih penuh tim Sauber asal Swiss. Sementara investor Otro Capital kabarnya sedang mencari pembeli untuk saham mereka di Alpine Racing milik Renault.

Tim-tim yang sudah ada di grid umumnya bersikap resistif terhadap pendatang baru, karena penambahan tim baru berarti pembagian uang hadiah yang semakin tipis dan potensi penurunan valuasi.

Untuk musim 2026, F1 telah menerapkan regulasi baru yang mencakup aturan tenaga hibrida dengan kapasitas baterai yang lebih besar, sebuah arah yang sejalan dengan keahlian utama BYD sebagai produsen kendaraan elektrifikasi. (Rangga)

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic