Calon Presiden dari Tentara

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Calon Presiden dari kalangan tentara (purnawirawan) kembali menyeruak ke ruang publik dan beredar di antara nama-nama populer dari kalangan sipil.  Ada beberapa nama calon Presiden 2024 dari kalangan militer yang  telah beredar di jagat berita dan penjaringan para surveyor. Bukan saja yang sudah purnawiran tetapi juga muncul dari nama militer aktif yang sedang menjabat.

1. Gatot Nurmantyo (Jendral TNI, Purn)

Gatot Nurmantyo. (Foto: wikipedia/Markas Besar TNI Angkatan Udara)

Mantan Panglima TNI ini cukup populer sebagai sosok yang berpeluang menjadi Calon Presiden ketika dia bergabung sebagai  deklarator KAMI (Koalisi Aksi menyelamatkan Indonesia). Pernyataan KAMI yang dinilai kerap mengkritik Pemerintahan Jokowi membuat gerak dan langkah KAMI dibatasi dan diredam.

Sebagai jenderal militer yang memahami tentang teritorial dan perang global, Gatot kerap mengingatkan dalam berbagai kesempatan tentang potensi ancaman dan kerawanan pertahanan Indonesia baik secara militer maupun secara cyber.  Tapi tampaknya  peringatan itu dianggap sebagai pernyataan yang mendiskreditkan wibawa pemerintah sehingga perlu dibatasi agar tidak menyebar.  Sikap Gatot terhadap Istana yang paling diingat adalah ketia dia  tidak hadir dalam penganugerahan Bintang Mahaputera di Istana.

Dikenal dekat dengan ulama dan kelompok Islam, nama Gatot sering muncul dalam daftar calon presiden yang dibuat oleh sejumlah lembaga survei.  Meski tidak menjadi yang teratas tapi Gatot beberapa kali muncul dengan elektabilitas di atas para ketua umum partai.  Malah Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), pada bulan Maret lalu menempatkan Gatot Nurmantyo berada pada peringkat pertama figur oposisi yang dipilih responden dengan capaian 13,7 persen. Namun secara keseluruhan dari nama Capres yang beredar di papan survei, elektabilitas Gatot berada di angka 1 – 2 persen.

Dalam beberapa bulan terakhir  nama Gatot seolah tenggelam seiring dengan banyaknya tokoh KAMI yang ditangkap. Tapi sangat mugkin menjelang 2024, Gatot akan bangkit lagi dari tiarapnya setelah merasa memiliki cukup amunisi untuk bertanding.

2. Moeldoko (Jendral TNI, purn)

Moeldoko. (Foto: instagram/dr_moeldoko)

Jejak paling jelas bahwa Moeldoko  memiliki hasrat untuk menjadi calon Presiden adalah ketika dia mencoba mengambil alih Partai Demokrat melalui KLB di Sibolangit.  Sebuah aksi berani yang sudah pasti telah dilakukan dengan  kalkulasi matang yang memanfaatkan para mantan pengurus ring 1 partai besutan mantan Presiden SBY itu.

Meski belum berhasil, namun  terpilihnya Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat KLB Sibolangit dinilai telah mendongkrak namanya sehingga terdeteksi di radar survei. Index Politika Indonesia misalnya pernah menjaring nama Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai kandidat capres-cawapres potensial di 2024 mendatang. Moeldoko bertengger dengan elektabilitas 0,8%.

Terjaringnya nama Moeldoko dalam survei capres-cawapres potensial, menandakan adanya dukungan elektoral baginya, meskipun Moeldoko sendiri belum melakukan upaya terang-terangan mengkampanyekan diri. Sebagai Kepala Staf Kepresidenan,  memberinya ruang gerak yang lebih besar  membangun kekuatan untuk mendorong elektabilitasnya berada di papan atas  lembaga survei.

Sama dengan Gatot, Moeldoko juga pernah menduduki jabatan tertinggi di militer sebagai Panglima TNI, meskipun selama kepemimpinanya tidak ada satu gebrakan yang melambungkan namanya sehingga melekatkan persepsi pubik tentang karir militernya.

Tampaknya, Moeldoko ingin mengikuti jejak seniornya, memasuki dunia politik dengan mengubah brand baru sebagai ketua umum partai seperti SBY, Wiranto dan Prabowo Subianto.

3. Luhut Binsar Pandjaitan (Letjend TNI,purn)

Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: instagram/luhut.pandjaitan)

Relawan Luhut For Presiden RI 2024 resmi dideklarasikan di Medan, Sumatera Utara, Kamis (28/10). Ketua Deklarasi Sahabat Luhut For Presiden RI 2024, Toni Togatorop mengatakan Luhut terbukti memiliki rekam jejak yang baik. Banyak pencapaian yang diraih selama ini.

“Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) putra terbaik di bangsa ini harus kita dukung. Kita susah menunggu putra bangsa terbaik yang bisa melanjutkan kebijakan Jokowi di bidang pembangunan, sumber daya manusia, alam, desain, dan infrastruktur,” ujar Toni ketika itu.

Di jajaran Kabinet Indonesia Maju, nama Luhut sebagai Menko Maritim dan Investasi cukup populer. Banyak pekerjaan dan tugas penting yang dipercayakan Jokowi kepadanya di luar tugasnya sebagai Menko.  Sehingga publik dan netizen pun menyematkan Luhut sebagai “Menteri Segala Urusan”.

Luhut memiliki jabatan politiknya yang moncer di era Jokowi dan lebih dikenal sebagai politisi Partai Golkar ketimbang sebagai purnawirawan TNI. Karir non militernya diawali  dengan menjadi Duta besar RI di Singapura tahun 2000 lalu. Sebelum menjabat Menko Maritim dan investasi, Luhut  pernah menjabat sebagai Menko Polhukkam dan Menteri Perindustrian dan  Perdagangan.

Namun sebagai prajurit, karier militer Luhut boleh dibilang kurang moncer. Jabatan teritorial tertinggi yang pernah diraihnya adalah Komandan Korem Madiun 081/Dhirotsaha Jaya pada 1995. Luhut juga pernah menjabat Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklat TNI AD)  tahun 1997–1998.

Belum ada lembaga survei yang mencatat skor elektabilitas Luhut di papan surveinya. Tetapi sinyal dan kabar angin dia akan mencalonkan diri sebagai Capres 2024  sudah mulai terasa, termasuk Deklarasi Luhut For President 2024 di Medan itu.

4. Andika Perkasa (Jendral TNI)

Andika Perkasa. (Foto: wikipedia/Indonesian Army Information Service)

Karir militer Andika melesat bak meteor. Tak lama menjabat sebagai KSAD, Presiden Jokowi menunjuknya menjadi Panglima TNI menggantikan  Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto.  Banyak yang menilai posisi panglima diraihnya karena faktor mertuanya, Hendro Priyono.  Karena seharusnya, rolling matra sebagai Panglima TNI saat ini adalah giliran dari Angkatan Laut, meskipun secara undang-undang  pemilihan Panglima TNI adalah hak prerogatif Presiden.

Tapi apapun itu, Andika tetap potensial untuk dijadikan calon Presiden 2024. Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggu, Jamiluddin Ritonga mengatakan ada dua hal yang harus Andika penuhi bila ingin dilirik partai politik dalam pilpres mendatang.

Pertama, Andika harus menonjol selama menjadi Panglima TNI.  “Kinerjanya selain dapat meningkatkan profesionalisme pasukannya, juga dapat mendekatkan TNI dengan rakyat,” kata Jamiluddin seperti dikutip Kompas TV

Kedua, Andika mampu menciptakan tentara yang humanis tapi tegas dalam bertindak, sehingga rakyat merasa lebih nyaman, merasa terlindungi atas kehadiran tentara.

Jika dua hal tersebut dilakukan, maka akan dapat menyakinkan rakyat bahwa Andika cocok sebagai pemimpin di negara demokrasi. Rakyat yakin demokrasi akan semakin berkembang meskipun nantinya dipimpin mantan tentara.

Peluang Andika untuk menjadi kandidat calon Presiden pada 2024 memang masih belum meyakinkan. Terutama karena elektabilitasnya yang masih rendah.

Hasil survei SMRC di September 2021 lalu misalnya, elektabilitas Andika hanya 1 persen.  Tetapi politik  tidak bergerak linier, sering tak terduga dan berubah cepat hanya karena sedikit momentum. Rentang waktu hingga 2024 akan banyak momentum dan perubahan yang akan terjadi.

5. Agus Harimurti Yudhoyono (Mayor TNI, Purn)

Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: instagram/agusyudhoyono)

Hari ini  AHY lebih dikenal sebagai  Ketua Umum Partai Demokrat yang diwariskan oleh ayahnya daripada sebagai  seorang mantan prajurit TNI.  Peraih bintang Makayasa (taruna terbaik) ini, harus rela melepas karier militer demi melanjutkan kepemimpinan Sang Ayah di Partai Demokrat.  Jabatan terakhir Agus adalah Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kemuning (AK) dengan pangkat terakhir Mayor Infanteri.  Dia melepas jabatan itu sekaligus berhenti dari militer ketika mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI 2017 lalu.

Sebagai politisi, AHY cukup berhasil.  Paling tidak di berbagai survei dia konsisten berada di papan tengah mengungguli seniornya dari TNI yang masuk dalam penjaringan kandidat Presiden 2024 seperti Gatot dan Moeldoko.

Keberhasilan ini, sepertinya bukan karena faktor kariernya di militer tetapi karena “brand” baru yang dilekatkan kepadanya sebagai anak muda yang cerdas.  Jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat juga dinilai ikut mendongkrak  popularitas. Termasuk “kudeta” yang dilakukan seniornya terhadap partai Demokrat dapat menjadi panggung sekaligus ujian kepada AHY untuk naik kelas.

AHY memiliki karier militer yang cukup bagus di angkatannya.  Selepas lulusan dari Akmil, AHY mengikuti berbagai pendidikan militer di dalam dan luar negeri.

Dia juga lulusan sekolah komando di Amerika Serikat, Command and General Staff College (CGSC) milik US Army. Maka, menyebut karier politik AHY saat ini tidak bisa melepaskan perjalanan karier militernya, meskipun banyak kalangan yang menyayangkan kariernya sebagai prajurit, karena dianggap tidak paripurna menyelesaikan tugasnya sebagai seorang prajurit.

Menjadi capres memang bukan domain prajurit, tetapi ilmu dan strategi prajurit dapat dimainkan untuk menjadi capres yang bisa diterima publik.  Apakah AHY bisa melanjutkan kesuksesan jargon “Bersama Kita Bisa”  yang diusung ayahnya dulu? Kita tunggu hingga 2024 mendatang.

6. Prabowo Subianto (Letjen TNI, Purn)

Prabowo Subianto. (Foto: instagram/prabowo)

Boleh dibilang Prabowo adalah figur yang memenuhi semua syarat  dan ketentuan untuk menjadi Capres 2024.  Ketua Umum Partai dan elektabilitas tinggi.  Prabowo bukan hanya capres dengan elektabilitas tertinggi dari kalangan militer tetapi juga masih mengungguli capres dari kalangan sipil.

Survei SMRC September 2021 menempatkan Prabowo Subianto sebagai dalah capres dari kalangan militer dengan elektabilitas tertinggi dengan skor 20,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,5 persen, dan Gatot Nurmantyo 1,7 persen.

Sementara di semua nama potensial sebagai capres 2024, Prabowo kerap berganti posisi dengan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo di papan survei.

Sebagai prajurit, nama Prabowo amat disegani, terutama ketika dia menjabat sebagai Danjen Kopassus.  Jabatan terkakhirnya adalah Pangkostrad dengan pangkat Letnan Jenderal.

Prabowo adalah prajurit dengan perpaduan antara kecedasan otak dan kekuatan otot.  Kesenangannya dengan dunia akademis menjadikannya seorang jenderal militer yang kaya dengan pengetahuan yang dikuatkan dengan kemampuannya menguasai bebebarapa bahasa asing.

Semantara keberhasilannya di berbagai operasi militer seperti operasi Mapanduma melambungkan namanya sebagai prajurit yang jago dalam taktik dan strategi perang.

Namun di papan catur politik, Prabowo beberapa kali mengalami kekalahan. Terakhir di 2019 lalu, dia harus mengakui keunggulan Jokowi-Ma’ruf dengan kekalahan yang kontroversi dan dramatis.  Dan 2024 mendatang, hampir dipastikan Prabowo akan kembali turun ke medan laga. Karena sebagai prajurit dia bukan orang yang gampang menyerah.  Kalah dalam pertempuran bukanlah kalah dalam peperangan. Prabowo juga akan menjadi sosok yang membuktikan jargon “Old soldier never die”. (Aswan AS)

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you