sportPiala Dunia 2026

Cape Verde Tersingkir, tetapi Menang di Hati Global: Kisah Dongeng Terindah Piala Dunia 2026

Penulis Ahmad Haidir
Jul 05, 2026
Perjalanan Timnas Cape Verde di Piala Dunia 2026 berakhir setelah kalah dramatis 2-3 dari juara bertahan Timnas Argentina pada babak 16 besar. Foto X Piala Dunia 2026.
Perjalanan Timnas Cape Verde di Piala Dunia 2026 berakhir setelah kalah dramatis 2-3 dari juara bertahan Timnas Argentina pada babak 16 besar. Foto X Piala Dunia 2026.

Thephrase.id - Perjalanan Timnas Cape Verde di Piala Dunia 2026 memang berakhir setelah kalah dramatis 2-3 dari juara bertahan Timnas Argentina pada babak 16 besar. Tetapi negara debutan dengan populasi kecil tersebut justru meninggalkan salah satu kisah paling berkesan sepanjang turnamen berlangsung.

Saat perhatian publik sepak bola dunia tertuju kepada nama-nama besar seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Erling Haaland, hingga Harry Kane, Cape Verde justru muncul sebagai fenomena yang mencuri sorotan melalui keberanian, solidaritas, dan daya juang sejak penyisihan grup.

Kisah dimulai ketika berhasil meraih poin pertama dalam sejarah Piala Dunia 2026 setelah menahan imbang juara Eropa, Timnas Spanyol, tanpa gol, sebelum mencetak gol perdana di Piala Dunia 2026 saat menghadapi Timnas Uruguay dan terus melanjutkan perjalanan bersejarah hingga babak gugur.

Melansir BBC, puncak perjalanan emosional Timnas Cape Verde terjadi di Miami ketika mereka dua kali mampu menyamakan kedudukan melawan Timnas Argentina, termasuk melalui gol spektakuler Sidny Lopes Cabral, sebelum akhirnya tersingkir akibat gol Cristian Romero yang berbelok arah setelah mengenai Diney Borges.

Meskipun para pemain Timnas Cape Verde langsung terjatuh di lapangan setelah peluit panjang dibunyikan pada akhir perpanjangan waktu, mereka meninggalkan arena pertandingan dengan penghormatan besar dari publik sepak bola.

Datang ke Piala Dunia 2026 dengan status peringkat ke-67 dunia, Cape Verde berhasil melampaui ekspektasi setelah meraih tiga hasil imbang di babak grup, termasuk menahan Timnas Spanyol, sebelum membawa Timnas Argentina hingga babak tambahan waktu pada babak gugur.

Pelatih Timnas Cape Verde, Bubista, juga menyampaikan kebanggaannya setelah tim asuhannya mampu bertahan hingga mendekati adu penalti melawan juara dunia dan menunjukkan bahwa negara kecil pun dapat bersaing di level tertinggi sepak bola.

"Kami menunjukkan bahwa meskipun kami adalah negara kecil, kami bisa bermain melawan tim-tim terbaik di dunia. Itu adalah alasan untuk bangga," tegas Bubista.

"Kami menciptakan sejarah untuk negara kami. Mereka bisa bangga karena telah mewakili negara kami," lanjutnya.

"Untuk bisa bermain seperti yang kami lakukan melawan juara dunia, dan mampu dua kali menyamakan kedudukan, adalah sesuatu yang luar biasa," sambungnya.

Bek Timnas Cape Verde, Roberto "Pico" Lopes, yang bermain dalam seluruh pertandingan di Piala Dunia 2026, mengatakan bahwa salah satu pencapaian terbesar negaranya adalah membuat dunia kini mengenal timnya tanpa harus lagi mencari letaknya di peta.

"Salah satu hal terbaik dari Piala Dunia ini adalah tidak ada lagi yang bertanya di mana Cape Verde berada di peta, dan itu sendiri sudah menjadi sejarah bagi kami. Kami telah menempatkan diri kami di peta dunia," ucapnya.

"Kami adalah negara kecil dengan hati yang besar dan kami telah menunjukkan apa yang mungkin terjadi, karena jika Anda percaya, Anda bisa meraihnya," tandasnya. 

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic