
Thephrase.id - Mees Hilgers resmi menjadi pemain terbaru SC Heerenveen setelah meninggalkan FC Twente, sekaligus mengakhiri perjalanan panjang selama 15 tahun bersama klub yang bermarkas di Enschede tersebut.
Bek berusia 25 tahun itu kini berada di Stadion Abe Lenstra untuk memulai lembaran baru dalam kariernya setelah melewati periode sulit yang membuatnya hampir setahun tidak menjalani pertandingan kompetitif.
"Hari ini saya bangun dengan perasaan yang luar biasa, saya senang bisa kembali menjadi pesepak bola karena selama setahun saya tidak bermain dan tidak bisa melakukan hal yang saya sukai," ujar Hilgers dilansir ESPN Belanda.
Hilgers mengaku tetap menjalani latihan dalam waktu yang cukup lama bersama FC Twente, tetapi tidak masuk dalam daftar pemain yang dipersiapkan untuk pertandingan sehingga kepindahannya ke SC Heerenveen menjadi kesempatan baru untuk kembali bermain.
"Saya tidak masuk dalam skuad pertandingan meskipun sudah berlatih dalam waktu yang lama di Twente, jadi saya senang bisa berada di sini dan mendapatkan kesempatan baru," lanjutnya.
Hilgers menghabiskan 15 tahun bersama FC Twente dan pertandingan terakhirnya untuk klub tersebut terjadi pada 25 Mei 2025 ketika bermain dalam play-off perebutan tiket kompetisi Eropa, sebelum situasi berubah setelah pembicaraan mengenai kontrak baru tidak menemukan kesepakatan dan dirinya dikeluarkan dari skuad.
Kontrak Hilgers otomatis diperpanjang dan situasi tersebut disebutnya sebagai sesuatu yang tidak disangka, terutama karena dirinya menilai terdapat opsi untuk mengakhiri kontrak tersebut sebelumnya melalui sang agen.
"Saya pikir saat itu agen saya sebenarnya bisa membatalkan kontrak saya, itu satu-satunya hal yang seharusnya bisa saya lakukan berbeda, jika saya tahu aturan tersebut ada, saya pasti akan menelepon agen saya dan mengatakan agar dia tidak melupakannya, tetapi sekarang kontrak itu otomatis diperpanjang karena mereka tentu ingin mendapatkan keuntungan dari situasi tersebut," kata Hilgers.
Setelah kontraknya diperpanjang secara otomatis, hubungan Hilgers dengan FC Twente belum kembali seperti sebelumnya dan pada awal musim ini dirinya sempat tidak hadir dalam sesi latihan klub hingga menimbulkan pertanyaan dari pelatih kepala John van den Brom, sebelum akhirnya kembali berlatih pada awal Agustus 2026.
"Hal-hal tersebut merupakan sesuatu yang terjadi antara saya dan klub, pada saat itu mereka memahami alasan saya tidak datang, saya juga sudah membicarakan hal tersebut dengan dokter perusahaan dan dia juga memahami sepenuhnya bahwa saya tidak harus datang, jadi itu adalah sesuatu antara saya dan Twente," tutur Hilgers.
Ketika ditanya apakah persoalan tersebut menunjukkan bahwa kedua pihak sama-sama memiliki kesalahan, Hilgers memilih tidak mengungkapkan cerita secara lengkap karena ingin meninggalkan persoalan tersebut dan melanjutkan kehidupannya di tempat baru.
"Saya tidak berpikir begitu, tetapi saya tidak akan menceritakan kisahnya, saya ingin meninggalkannya di belakang, orang-orang yang dekat dengan saya dan para pemain mengetahui cerita yang sebenarnya, mungkin suatu saat Anda bisa menanyakannya kepada mereka," tegasnya.
Hilgers mengaku kecewa karena perjalanan yang semula berlangsung baik bersama FC Twente harus berakhir dengan situasi yang tidak menyenangkan, terlebih Enschede telah menjadi bagian besar dari kehidupannya sejak usia muda hingga sebagian besar teman dekatnya berasal dari kota tersebut.
"Ini memang sangat disayangkan, disayangkan untuk semua tahun yang telah saya jalani dan perasaan yang muncul, ketika berusia 16 tahun saya sudah tinggal sendiri di sana, bersekolah di sana, dan sebagian besar teman saya berasal dari Enschede, tetapi sekarang saya tidak bisa lagi berjalan dengan bebas di sana, itu tidak menyenangkan, tetapi itu sudah terjadi dan sekarang babak baru dimulai," sambungnya.
Babak baru tersebut dimulai bersama SC Heerenveen setelah Hilgers menyelesaikan proses pemulihan dari cedera lutut yang cukup serius dan kini telah kembali mengikuti seluruh sesi latihan bersama tim.
"Ini adalah rencana saya, inilah yang Tuhan kehendaki, secara pribadi dan fisik saya telah berkembang, saya belajar dari situasi tertentu, ambisi yang saya miliki dan keinginan untuk meraih kesuksesan justru semakin besar, saya memiliki kualitas dan semua orang mengetahuinya," ucap Hilgers.
Hilgers juga menegaskan bahwa dirinya tetap mampu menjaga senyum selama melewati masa sulit tersebut, meskipun ia mengakui periode itu tidak mudah dan menjadi bagian dari perjalanan hidup yang harus dilewati.
"Senyum itu sebenarnya ada setiap hari, sejujurnya, pada akhirnya memang berat, tetapi itu juga bagian dari kehidupan, hal-hal yang masih Anda miliki harus dihargai, tetapi sekarang saya bahkan lebih banyak tersenyum dibandingkan sebelumnya," tuturnya.
Hilgers menyebut sebenarnya terdapat beberapa pilihan lain di Belanda, tetapi akhirnya memilih SC Heerenveen karena merasa cocok dengan pendekatan yang diberikan oleh manajemen dan pelatih, kualitas skuad, gaya bermain, dukungan suporter, serta perkembangan sektor tribun berdiri di stadion.
"Karena perasaan yang diberikan Johan Hansma dan pelatih kepada saya, ukuran klub, skuad, cara bermain, para penggemar, dan tribun berdiri yang telah diperluas," beber Hilgers.
Bek yang juga berstatus pemain Timnas Indonesia itu mengaku langsung mendapatkan sambutan positif sejak tiba di SC Heerenveen dan merasa nyaman berada di lingkungan barunya.
"Saya disambut dengan sangat baik, semua orang sangat baik dan saya langsung merasa seperti berada di rumah," pungkasnya.