Thephrase.id - Mohammed Rashid awalnya berkuliah di Amerika Serikat. Akan tetapi, kini gelandang berkebangsaan Palestina itu malah berkarier di Liga 1. Ia membela Persebaya Surabaya.
Rashid lahir di Ramallah, Palestina pada 3 Juli 1995. Pesepak bola berumur 29 tahun itu memulai kiprah profesionalnya bersama klub lokal, Hilal Al-Quds pada 2017.
"Lahir di Ramallah. Di Centre. Tapi, jauh dari Gaza. Naik mobil, mungkin enam jam. Ya, di jalanan bersama teman-teman. Usia 14 tahun saya mulai di akademi," beber Rashid dalam Sport77.
"Saya lalu pergi ke Amerika Serikat untuk kuliah. Jadi sebelumnya sama sekali tidak berpikir untuk bermain sepak bola. Hanya belajar yang benar lalu bekerja. Ya normal," tambahnya.
Takdir mengantar Rashid ke lapangan hijau. Ia dipanggil ke Timnas Palestina U-23 yang akan bermain di Piala Asia U-23 2018. Ia menjadi andalan.
"Tapi kemudian saya bergabung dengan Timnas Palestina U-23. Kita lolos ke Piala Asia U-23 2018. Setelah itu saya mulai merasa ingin bermain secara profesional," ucap Rashid.
"Mungkin karier saya di sini. Alhamdulillah, sekarang ini menjadi karier saya. Selama kuliah di Amerika Serikat, saya juga bermain sepak bola untuk universitas," sambung Rashid.
"Sangat profesional. Mereka mengorganisirnya dengan sangat baik. Saya main empat tahun di universitas St. Francis di Chicago", lanjut mantan pemain Bali United ini.
"Setelah saya lulus pada 2017, saya kembali ke Palestina dan menandatangani kontrak profesional pertama di Liga Palestina. Tapi sebelumnya saya sudah bermain bersama Timnas Palestina U-23 di Piala Asia U-23 2018," ungkapnya.
"Kami juga sempat bermain dengan Timnas Indonesia U-23 saat Asian Games 2018. Kami bermain melawan mereka. Kami menang 2-1. Irfan Jaya yang mencetak gol ke gawang kami," tandasnya.
Selain Hilal Al-Quds, Rashid juga bermain untuk Shabab Al-Bireh, Al-Jeel, Persib Bandung, Smouha, Jabal Al-Mukaber, Bali United, dan terakhir Persebaya.