
Thephrase.id - Max Verstappen memastikan masa depannya bersama Red Bull setelah memperpanjang kontrak hingga akhir 2030. Keputusan tersebut ternyata baru diambil setelah pembalap asal Belanda itu sempat mempertimbangkan untuk berhenti dari Formula 1.
"Saya lebih dekat untuk pensiun daripada berganti tim," ujar Verstappen dilansir BBC.
Keputusan tersebut sekaligus menjawab keraguan Verstappen mengenai masa depannya di Formula 1 setelah regulasi mesin baru diberlakukan pada musim 2026, yang membuatnya mempertanyakan apakah dirinya masih ingin melanjutkan karier di ajang tersebut.
Keraguan itu muncul setelah Verstappen menjalani Grand Prix Jepang, ketika karakter mesin hybrid generasi terbaru membuatnya frustrasi karena pembalap harus terus mengelola energi untuk mengisi baterai sekaligus mempertahankan daya mobil sepanjang balapan.
"Apakah ini layak? Atau apakah saya lebih menikmati berada di rumah bersama keluarga? Lebih sering bertemu teman-teman ketika Anda tidak menikmati olahraga yang Anda jalani?" kata Verstappen.
Regulasi mesin tersebut membuat pembagian tenaga antara mesin pembakaran internal dan sistem listrik menjadi salah satu persoalan utama. Pada 2028 proporsi tenaga mesin pembakaran internal dijadwalkan meningkat menjadi 60 persen berbanding 40 persen dari tenaga listrik.
Bagi Verstappen yang dikenal menginginkan mobil dapat dikendarai pada batas maksimal setiap saat, kehilangan tenaga listrik di lintasan lurus serta kebutuhan mengumpulkan energi melalui tikungan cepat menjadi persoalan yang mengurangi pengalaman berkendara yang diinginkannya.
Pengalaman Verstappen mengikuti balapan 24 Hours of Nurburgring pada Mei 2026 turut mempertegas pandangannya mengenai karakter balapan yang ia sukai. Hal ini setelah ia mengendarai Mercedes-AMG GT berlogo Red Bull dan mampu membawa mobil tersebut dari posisi ke-10 ke posisi pertama pada stint awal sebelum kegagalan driveshaft menggagalkan peluang meraih kemenangan.
Keluhan Verstappen bukan menjadi satu-satunya persoalan karena sejumlah pembalap lain juga menyampaikan keberatan terhadap karakter regulasi mesin baru tersebut. Formula 1 pun mulai melakukan penyesuaian aturan dalam dua tahun mendatang untuk meningkatkan kontribusi tenaga dari mesin pembakaran internal.
"Setelah beberapa balapan pertama, saya berkata kepada Laurent Mekies, kepala tim Red Bull, 'Jangan datang kepada saya dengan pertanyaan apa pun tentang masa depan.' Karena saya bahkan tidak tahu apakah saya ingin bertahan," tutur Verstappen.
Seiring berjalannya musim, sikap Verstappen mulai berubah setelah ia berdiskusi dengan Formula 1 dan FIA mengenai regulasi yang berlaku, sementara dirinya juga mengaku mulai beradaptasi dengan kondisi yang dihadapi seluruh pembalap.
"Saya mencintai balapan. Saya melakukan banyak diskusi yang sangat baik dengan F1, tetapi juga dengan FIA. Saya pikir kami perlahan-lahan menuju sesuatu yang menjadi lebih baik dan lebih baik," ucap Verstappen.
"Saya juga beradaptasi dari sisi saya. Saya menerima situasi yang kita semua hadapi dan hanya berusaha memaksimalkannya. Dengan tahun yang saya tandatangani ini, pintu juga kembali terbuka, mungkin ketika V8 berpotensi hadir, untuk melihatnya lagi," lanjutnya.
Pembahasan mengenai mesin generasi berikutnya bahkan sudah berlangsung meski regulasi saat ini baru memasuki musim pertamanya, dengan aturan baru tersebut ditargetkan mulai berlaku paling lambat pada 2031.
Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, mendorong gagasan penggunaan mesin V8 naturally aspirated dengan sistem hybrid yang minimal atau bahkan tanpa hybrid. Sejumlah produsen seperti Audi dan Mercedes menginginkan opsi mesin turbo serta sebagian pihak masih menginginkan peran sistem hybrid yang lebih besar.
Bagi Verstappen, persoalan utama bukan semata-mata keberadaan teknologi hybrid, melainkan bagaimana energi dipulihkan, disimpan dalam baterai, dan kemudian digunakan kembali selama balapan, sehingga kemampuan menggunakan seluruh tenaga mesin ketika dibutuhkan menjadi hal yang paling penting baginya.
"Secara pribadi, saya tidak senang dengan hal itu. Bisa dibilang, itu tidak fantastis. Namun, saya tetap mencintai balapan. Maksud saya, ini tetap mobil Formula 1," tegas Verstappen.
Setelah memutuskan tetap melanjutkan karier di Formula 1, Verstappen kemudian harus menentukan apakah akan bertahan bersama Red Bull atau mencari tantangan baru. Mercedes sempat menjadi salah satu tim yang memiliki ketertarikan terhadap juara dunia empat kali tersebut.
McLaren juga disebut pernah melakukan pembicaraan dengan Verstappen, terlebih sahabat sekaligus race engineer lamanya, Gianpiero Lambiase, diperkirakan akan bergabung dengan tim tersebut paling lambat pada 2028, tetapi pada akhirnya Verstappen memilih melanjutkan kebersamaannya dengan Red Bull.
Keputusan itu diambil meski Red Bull menjalani musim 2026 yang sulit dan Verstappen belum meraih kemenangan hingga periode sebelum jeda musim panas. Ia beberapa kali menyampaikan ketidakpuasannya terhadap performa mobil yang dikendarainya.
"Saya pikir pertama-tama Anda harus merasa nyaman dengan tempat Anda berada. Red Bull juga mengizinkan saya melakukan beberapa hal di luar Formula 1. Jadi, itu merupakan nilai tambah yang besar. Anda tahu, semuanya, keseluruhan paket, yang sangat saya syukuri," beber Verstappen.
Hubungan yang terbuka dengan kepala tim Laurent Mekies serta kebebasan untuk menjalani aktivitas balap di luar Formula 1 menjadi sejumlah faktor yang membuat Verstappen tetap memilih Red Bull, sementara detail kontrak barunya tidak diungkapkan secara terbuka oleh kedua pihak.
Kontrak tersebut disebut mencakup kenaikan gaji dalam jumlah kecil dari nominal yang sebelumnya sudah menjadi salah satu yang tertinggi di Formula 1, sekaligus tetap memberikan Verstappen kendali atas masa depannya melalui sejumlah opsi apabila Red Bull tidak memenuhi target performa yang diharapkan.
"Saya selalu mengatakan, dan saya mengatakan ini ketika Dietrich Mateschitz, mendiang pemilik bersama Red Bull masih hidup, tujuan dan target saya adalah mengakhiri karier di tim ini. Kami semakin dekat dengan itu. Tentu saja, masih ada banyak tahun ke depan, tetapi itu tetap menjadi target saya," tandas Verstappen.