sportLiga Inggris

Chelsea Tunjuk Xabi Alonso Sebagai Manajer Musim Depan

Penulis Ahmad Haidir
May 18, 2026
Xabi Alonos jadi pelatih baru Chelsea musim depan. Foto Instagram Xabi Alonos
Xabi Alonos jadi pelatih baru Chelsea musim depan. Foto Instagram Xabi Alonos

Thephrase.id - Chelsea resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai manajer anyar dengan kontrak berdurasi empat tahun yang akan mulai berlaku pada Juli 2026 untuk musim depan.

Pelatih asal Spanyol berusia 44 tahun itu meninggalkan Real Madrid pada Januari 2026 melalui kesepakatan bersama, meski sebelumnya masih terikat kontrak jangka panjang bersama klub ibu kota Spanyol tersebut.

Kedatangan Alonso diumumkan sehari setelah Chelsea kalah 0-1 dari Manchester City pada final Piala FA, dalam situasi The Blues yang terus berada dalam tekanan setelah berganti beberapa pelatih permanen sepanjang musim dan kembali menunjuk pelatih interim untuk menyelesaikan dua pertandingan terakhir di Premier League.

"Chelsea adalah salah satu klub terbesar di dunia dan menjadi kebanggaan besar bagi saya bisa menjadi manajer klub hebat ini," tegas Alonso.

"Dari pembicaraan saya dengan kelompok pemilik klub dan jajaran pimpinan olahraga, sangat jelas bahwa kami memiliki ambisi yang sama, kami ingin membangun tim yang mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi dan memperebutkan trofi," lanjut Alonso.

"Ada talenta besar di skuad ini dan potensi luar biasa di klub sepak bola ini dan akan menjadi kehormatan besar bagi saya untuk memimpinnya, sekarang fokus kami adalah bekerja keras, membangun budaya yang tepat, dan memenangkan trofi," imbuh Alonso.

Sebelum menerima tawaran Chelsea, Alonso sempat membawa Bayer Leverkusen mencatat sejarah dengan menjuarai Bundesliga dan Piala Jerman pada 2024, sementara ketika masih aktif bermain ia dikenal sebagai gelandang elite yang pernah membela Liverpool, Bayern Munchen, Real Sociedad, dan Real Madrid, serta membantu Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 dan dua edisi Piala Eropa.

Chelsea disebut sudah lama tertarik kepada Alonso dan percaya sosok mantan gelandang Timnas Spanyol itu memiliki kombinasi kepemimpinan, pengalaman juara, serta kemampuan taktik yang dianggap tepat untuk mengembalikan klub ke persaingan papan atas sekaligus memperbaiki situasi ruang ganti yang sempat bermasalah sepanjang musim ini.

Musim Chelsea berjalan buruk setelah klub beberapa kali berganti pelatih, mulai dari Enzo Maresca hingga Liam Rosenior, sementara sejumlah pemain seperti Marc Cucurella dan Enzo Fernandez sempat melontarkan kritik terbuka terhadap proyek The Blues dalam beberapa wawancara berbahasa Spanyol.

Kondisi itu membuat Chelsea kini berada di posisi kesembilan klasemen Premier League dengan dua laga tersisa dan masih terancam gagal tampil di kompetisi Eropa musim depan setelah kekalahan di final Piala FA menutup peluang lolos ke Europa League melalui jalur domestik.

Di internal Chelsea, manajemen meyakini Alonso mampu menghadirkan stabilitas setelah proyek yang dijalankan pemilik klub beberapa musim terakhir menuai kritik keras dari pendukung, termasuk aksi protes sekitar 200 suporter Chelsea di kawasan Wembley Way sebelum final Piala FA berlangsung.

Alonso juga datang dengan status berbeda karena ia ditunjuk sebagai "manajer" dan bukan sekadar "head coach", sebuah posisi yang dianggap mencerminkan perannya yang lebih besar dalam kerja sama bersama para direktur olahraga klub terkait perekrutan pemain dan pembangunan untuk jangka panjang.

Chelsea diketahui tetap akan aktif pada bursa transfer musim panas nanti karena Alonso dan manajemen sama-sama menilai skuad saat ini masih membutuhkan tambahan pemain di beberapa sektor penting seperti bek tengah, gelandang, dan penyerang demi meningkatkan kualitas tim secara menyeluruh.

Selain persoalan kualitas pemain, Alonso juga dihadapkan pada pekerjaan besar memperbaiki mentalitas setelah Chelsea mencatat rekor disiplin terburuk di Premier League musim ini, menjalani tujuh kekalahan beruntun di final kompetisi domestik, dan gagal menang dalam 14 pertandingan terakhir melawan Manchester City.

Masalah fisik dan performa juga menjadi perhatian serius karena Chelsea tercatat sebagai salah satu tim dengan jarak tempuh terendah di Premier League musim ini, sementara penurunan performa di lini belakang dan depan membuat klub sempat menjalani enam pertandingan beruntun tanpa mencetak gol sebelum Rosenior akhirnya meninggalkan kursi pelatih.

Tags Terkait

-

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic