trending

China Tutup Sebagian Wilayah Udara Selama 40 Hari

Penulis Nadira Sekar
Apr 10, 2026
Foto: Ilustrasi Pesawat Militer (freepik.com | Image by wirestock)
Foto: Ilustrasi Pesawat Militer (freepik.com | Image by wirestock)

ThePhrase.id - Pemerintah China secara mengejutkan mengumumkan penutupan sebagian wilayah udara di lepas pantai selama 40 hari yang berlaku mulai 27 Maret hingga 6 Mei. 

Pemberitahuan ini disampaikan melalui Notice to Air Missions (NOTAM), mekanisme resmi yang biasanya digunakan untuk memberi tahu pilot tentang bahaya atau pembatasan sementara. Namun, durasi penutupan yang mencapai lebih dari satu bulan dianggap tidak biasa, mengingat kebijakan serupa umumnya hanya berlangsung beberapa hari.

Zona pembatasan membentang dari Laut Kuning yang berhadapan dengan Korea Selatan hingga Laut China Timur yang mengarah ke Jepang. Luasnya disebut melebihi ukuran pulau utama Taiwan. Skala ini menimbulkan dugaan bahwa penutupan tersebut terkait dengan latihan militer besar-besaran.

Sejumlah analis militer menilai langkah ini sebagai sinyal kesiapan China menghadapi kemungkinan konflik di kawasan, terutama mengingat sensitivitas wilayah sekitar Taiwan. Posisi strategis zona pembatasan memperkuat dugaan bahwa latihan tersebut dirancang untuk menguji skenario konfrontasi di Indo-Pasifik.

Selain itu, pengamat geopolitik melihat kebijakan ini sebagai pesan tersirat kepada negara-negara sekutu Amerika Serikat, seperti Jepang dan Korea Selatan. Dengan memperketat kontrol di jalur udara strategis, China seolah menegaskan pengaruhnya di kawasan yang menjadi pusat perhatian global.

Meski demikian, otoritas menegaskan penerbangan sipil tidak akan terganggu secara langsung. Pesawat komersial tetap dapat melintas, tetapi diwajibkan melakukan koordinasi khusus dengan pihak berwenang. Pengawasan di area tersebut juga dilaporkan diperketat sepanjang periode penutupan. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic