e-biz

Cocok untuk Pemula! Kenali Investasi SBN yang Aman dan Dijamin Negara

Penulis Firda Ayu
Jun 06, 2026
Ilustrasi berinvestasi (Foto: magnific.com/freepik)
Ilustrasi berinvestasi (Foto: magnific.com/freepik)

ThePhrase.id – Di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif, banyak orang mulai mencari instrumen investasi yang relatif aman dan stabil. Salah satu pilihan yang kerap menjadi pertimbangan adalah Surat Berharga Negara (SBN), instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah dan dijamin oleh negara.

Menurut Kementerian Keuangan (Kemenkeu), SBN merupakan instrumen yang digunakan pemerintah untuk membiayai berbagai program dan kebijakan, memenuhi kebutuhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menutup kekurangan kas jangka pendek, hingga mengelola portofolio utang negara.

Jenis SBN

Secara umum, SBN meliputi Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). SUN merupakan surat pengakuan utang yang diterbitkan dalam mata uang rupiah maupun valuta asing, dengan pembayaran bunga dan pokok yang dijamin oleh Negara Republik Indonesia sesuai masa berlakunya.

SUN sendiri terdiri atas Obligasi Negara dan Surat Perbendaharaan Negara (SPN). Obligasi Negara memiliki jangka waktu lebih dari 12 bulan dan dapat diterbitkan dengan maupun tanpa kupon. Berdasarkan mata uangnya, Obligasi Negara dibedakan menjadi obligasi berdenominasi rupiah dan valuta asing.

Untuk obligasi berdenominasi rupiah, terdapat dua jenis berdasarkan tingkat bunganya, yaitu Variable Rate (VR) dan Fixed Rate (FR). Produk yang termasuk VR antara lain VR Reguler dan Savings Bond Ritel (SBR), sedangkan kelompok FR mencakup FR Reguler, Zero Coupon Bonds, serta Obligasi Negara Ritel (ORI).

Sementara itu, SPN diterbitkan dalam denominasi rupiah dengan jangka waktu maksimal 12 bulan dan menggunakan sistem pembayaran bunga secara diskonto.

Selain SUN, terdapat pula SBSN atau yang lebih dikenal sebagai sukuk negara. Instrumen ini terbagi menjadi SBSN jangka panjang dengan tenor lebih dari 12 bulan serta Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS).

SBN Ritel

Dari berbagai jenis SBN yang tersedia, terdapat instrumen yang secara khusus ditujukan bagi investor individu Warga Negara Indonesia (WNI), yaitu SBN Ritel. Instrumen ini menjadi salah satu pilihan populer karena menawarkan kemudahan investasi dengan modal yang relatif terjangkau.

SBN Ritel terbagi menjadi dua kategori, yaitu tradable dan non-tradable. SBN Ritel tradable dapat diperjualbelikan di pasar sekunder setelah masa kepemilikan minimum berakhir. Produk yang termasuk sebagai tradable adalah Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Sukuk Ritel (SR). 

Sedangkan SBN Ritel non-tradable tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. Produk yang masuk dalam kelompok ini adalah Savings Bond Ritel (SBR) dan Sukuk Tabungan (ST). 

Masyarakat dapat memantau jadwal penerbitan serta memorandum informasi setiap seri SBN Ritel melalui laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan. 

Keuntungan Investasi SBN Ritel

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, SBN Ritel masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati karena menawarkan sejumlah keuntungan, antara lain:

  • Pembayaran pokok dan imbal hasil (kupon) dijamin oleh negara. 
  • Tingkat imbal hasil relatif kompetitif dibandingkan sejumlah instrumen investasi berisiko rendah lainnya. 
  • Seri ORI dan SR menawarkan kupon tetap (fixed rate) hingga jatuh tempo. 
  • Seri SBR dan ST memberikan imbal hasil mengambang dengan batas minimal (floating with floor), sehingga tetap terlindungi ketika suku bunga turun. 
  • Imbal hasil dibayarkan setiap bulan sehingga dapat menjadi sumber pendapatan pasif. 
  • Modal awal investasi terjangkau, mulai dari Rp1 juta. 
  • Turut berkontribusi dalam pembiayaan pembangunan nasional. 

SBN juga dikenal sebagai instrumen investasi dengan risiko gagal bayar yang sangat rendah karena dijamin oleh negara. Oleh karena itu, instrumen ini sering dimanfaatkan investor untuk melakukan diversifikasi portofolio dan mengurangi risiko investasi secara keseluruhan.

Selain memberikan manfaat bagi investor, penerbitan SBN juga menguntungkan negara. Dana yang dihimpun melalui SBN dapat menjadi sumber pembiayaan APBN, memperkuat stabilitas sistem keuangan, serta menjadi acuan dalam penentuan nilai berbagai instrumen keuangan lainnya.

Selain menguntungkan secara personal, penerbitan SBN juga membawa sejumlah keuntungan bagi negara, seperti menggali potensi sumber pembiayaan APBN yang lebih besar dari investor pasar modal serta memperkuat stabilitas sistem keuangan dan menjadi benchmark bagi yang menentukan nilai instrumen keuangan lainnya.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, SBN layak dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan investasi jangka menengah hingga panjang yang relatif aman. Jadi, tertarik berinvestasi di SBN? [fa]

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic