
ThePhrase.id - Layanan Commuter Line Surabaya–Pasuruan–Probolinggo (Supaspro) ditargetkan mulai beroperasi paling lambat 1 Maret 2026. Kepastian ini disampaikan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) usai melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kota Probolinggo untuk memfinalisasi kesiapan operasional.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menyatakan bahwa pihaknya siap menyambut kehadiran moda transportasi massal tersebut. Menurutnya, pengoperasian Commuter Line Supaspro sejalan dengan visi pengembangan Kota Probolinggo sebagai kota penyangga pelabuhan, kawasan transit, dan destinasi wisata.
"Kami sudah sangat siap menerima kereta commuter di Kota Probolinggo. Pembahasan ini sudah dilakukan sejak enam bulan lalu bersama DAOPS 9 Jember dan kementerian terkait," ujar Aminuddin, Minggu (25/1/2026), seperti dikutip dari Kompas.com.
Pada tahap awal, PT KCI akan mengoperasikan dua perjalanan pulang-pergi setiap hari. Kereta pagi dari Probolinggo menuju Surabaya dijadwalkan berangkat pukul 04.10 WIB dan tiba sekitar pukul 06.45 WIB. Sementara perjalanan malam dari Surabaya ke Probolinggo akan berangkat pukul 18.10 WIB dan tiba pukul 20.57 WIB. Selain itu, tersedia pula keberangkatan malam dari Probolinggo menuju Surabaya pada pukul 21.22 WIB dengan perkiraan tiba pukul 23.36 WIB.
Presiden Direktur PT KCI, Mochamad Purnomosidi, menjelaskan bahwa tarif Commuter Line Supaspro dirancang tetap terjangkau karena mendapat dukungan subsidi. Untuk perjalanan dengan jarak di bawah 85 kilometer, tarif yang diusulkan sebesar Rp6.500. Sementara jarak di atas 85 kilometer dikenakan tarif Rp8.000 yang juga menjadi tarif maksimal untuk rute penuh Surabaya–Probolinggo.
Dengan skema tersebut, penumpang yang menempuh rute Surabaya–Probolinggo atau sebaliknya akan dikenakan tarif Rp8.000. Namun, Purnomosidi menegaskan bahwa besaran tarif ini masih menunggu persetujuan resmi dari Kementerian Perhubungan. Ia juga memastikan pembelian tiket hanya dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi Access by KAI.
Ke depan, PT KCI membuka peluang penambahan rangkaian kereta khusus rute Probolinggo–Surabaya apabila jumlah penumpang menunjukkan peningkatan signifikan setelah layanan resmi beroperasi.
Seiring rencana pengoperasian tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo juga menyiapkan langkah strategis untuk memaksimalkan dampak ekonominya. Salah satunya melalui revitalisasi Alun-alun Kota Probolinggo yang berada dekat dengan stasiun, sehingga diharapkan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan pengguna kereta commuter.
Aminuddin berharap integrasi transportasi publik yang terjangkau dengan penataan kota yang lebih baik dapat menggerakkan sektor UMKM di pusat kota sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui sektor pariwisata. [nadira]