sport

Cristiano Ronaldo Bongkar Konflik dengan Pelatih Portugal: Saya Merasa Janji Telah Dikhianati

Penulis Ahmad Haidir
Oct 07, 2026
Cristiano Ronaldo bongkar drama dengan pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus. Foto Instagram Cristiano Ronaldo.
Cristiano Ronaldo bongkar drama dengan pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus. Foto Instagram Cristiano Ronaldo.

Thephrase.id - Cristiano Ronaldo akhirnya membeberkan secara langsung rangkaian peristiwa yang terjadi dalam pemusatan latihan terbaru Timnas Portugal, termasuk pembicaraan dengan pelatih Jorge Jesus, keputusan meninggalkan skuad, hingga alasan dirinya merasa tidak lagi mendapatkan kepercayaan setelah sejumlah kesepakatan yang dibuat sebelumnya tidak berjalan sesuai pembicaraan.

Ronaldo mengatakan bahwa setelah Piala Dunia 2026, dirinya sebenarnya telah menyiapkan surat untuk masyarakat Portugal yang berisi pesan yang ingin disampaikan ketika benar-benar mengakhiri kiprahnya bersama Timnas Portugal. Keputusan tersebut sempat berubah setelah Presiden Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) memintanya mempertimbangkan kembali rencana meninggalkan tim nasional karena federasi masih menginginkannya bertahan.

Dalam penerbangan pulang dari Amerika Serikat seusai Piala Dunia 2026, Presiden FPF, Pedro Proenca, juga meminta pendapat Ronaldo mengenai sosok pelatih yang saat itu sedang dipertimbangkan bersama beberapa kandidat lain. Ronaldo menyampaikan bahwa menurutnya Jorge Jesus merupakan pilihan yang tepat sehingga ia mengaku senang ketika keputusan tersebut akhirnya diumumkan.

Beberapa hari setelah penunjukan Jorge Jesus, Ronaldo menerima ajakan untuk bertemu secara langsung. Pertemuan tersebut berlangsung di Cidade do Futebol ketika klubnya sedang menjalani pemusatan latihan pramusim, dengan Jorge Jesus menyampaikan bahwa dirinya tetap masuk dalam rencana serta keberadaannya dianggap penting bagi proyek Timnas Portugal.

Dalam pertemuan tersebut, Ronaldo menyebut Jorge Jesus menyusun rencana khusus untuk keterlibatannya, termasuk tampil pada pertandingan pertama dan terakhir. Sementara jumlah penampilannya akan dikelola demi menjaga kondisi fisik, bahkan muncul usulan agar Ronaldo tidak ikut terbang ke Norwegia dan Denmark, tetapi tetap berada di Portugal sebelum kembali bergabung menjelang pertandingan di Estadio do Dragão.

Ronaldo menolak usulan tersebut karena merasa statusnya sebagai kapten membuatnya tidak pantas mendapatkan perlakuan berbeda dari anggota skuad lainnya. Pembicaraan itu turut disaksikan Direktur Olahraga Al Nassr, Simao Coutinho, yang sebelumnya bekerja dengan Jorge Jesus ketika masih berada di klub Arab Saudi tersebut.

Sehari sebelum pemusatan latihan dimulai, pelatih kembali menemui Ronaldo di kediamannya di Lisbon dan keduanya kembali membicarakan rencana yang sebelumnya telah disepakati, sebelum Ronaldo tampil sebagai starter ketika Timnas Portugal menghadapi Timnas Wales di Jose Alvalade, lalu menyerahkan ban kapten kepada Bruno Fernandes setelah ditarik keluar tanpa mempermasalahkan keputusan tersebut karena kemenangan menjadi prioritas.

Situasi berubah ketika pada hari pertandingan di Norwegia, seorang asisten pelatih Timnas Portugal mendatangi Ronaldo saat makan siang dan menyampaikan bahwa Jorge Jesus ingin berbicara dengannya. Ronaldo mendapat pertanyaan apakah dirinya bersedia bermain selama 30 menit meski rencana awalnya hanya menyiapkan dirinya untuk pertandingan berikutnya di Dragao, dan ia tetap menyanggupi permintaan tersebut.

Ronaldo melakukan pemanasan sejak babak kedua dan menunggu hingga pertandingan berakhir tanpa pernah dimainkan. Ia merasa pelatih tidak menepati perkataan yang sebelumnya disampaikan kepadanya. Ronaldo mengakui kesalahan karena tidak menghampiri para suporter seusai laga dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Portugal serta para penggemar yang datang, termasuk mereka yang bukan warga Portugal tetapi sengaja hadir untuk melihatnya.

Dua hari berselang, Ronaldo, Jorge Jesus, dan Simao Coutinho kembali bertemu dalam pembicaraan yang disebut berlangsung terbuka dan tanpa Batasan. Ketiganya menyepakati bahwa persoalan tersebut harus diselesaikan dengan penjelasan langsung dari sang pelatih di ruang konferensi pers, termasuk pengakuan bahwa Ronaldo tidak pernah meminta dimainkan. Rencana tersebut sepenuhnya berasal dari pelatih, serta keputusan membuat Ronaldo melakukan pemanasan tanpa memainkannya merupakan sebuah kesalahan.

Pertemuan tersebut berakhir dengan Jorge Jesus meminta Ronaldo berpelukan dan berjanji akan menyampaikan penjelasan yang sama kepada media. Sementara Ronaldo tidak akan tampil dalam pertandingan di Denmark dan akan kembali bermain pada laga di Dragao, dengan pembicaraan tersebut kemudian dirangkum dalam sebuah dokumen setelah pertemuan lanjutan melalui konferensi video yang melibatkan pelatih, Simao Coutinho, dan Tiago Craveiro, tetapi Ronaldo menilai sikap pelatih dalam konferensi pers justru berbeda jauh dari kesepakatan mereka.

Dalam dokumen yang telah divalidasi Ronaldo, Jorge Jesus disebut menyatakan, "Saya pikir penting, tidak terkecuali karena ini adalah kebenaran, untuk mengklarifikasi beberapa hal sebelum berbicara tentang Denmark: Saya sendiri, tanpa orang lain, mengusulkan sebuah rencana kepada Cristiano untuk musim ini bersama Tim Nasional. Itu adalah percakapan yang panjang dan sangat baik. Saya tahu betapa besar kehidupannya dan cintanya kepada Tim Nasional, serta bobot yang dimilikinya di dunia dan, terlebih lagi, pengaruh positif yang telah diberikannya kepada Tim Nasional selama 24 tahun berturut-turut. Rencana yang saya ajukan kepada Cristiano diterima. Dia tidak pernah mempertanyakan pilihan saya. Dia menjadi sosok yang luar biasa, loyal, dan profesional. Pertandingan di Norwegia tidak termasuk dalam rencana yang saya susun untuknya. Namun, saya merasa dia telah pulih secara fisik dari pertandingan pertama dan saya memperingatkannya bahwa saya mungkin harus memainkannya. Cristiano menyetujuinya."

Jorge Jesus juga disebut mengatakan, "Saya melakukan kesalahan dengan membuat seseorang dengan status seperti Pelé atau Maradona melakukan pemanasan dan kemudian tidak memainkannya, dan jika situasi itu terjadi hari ini, saya tidak akan melakukannya. Untuk menutup persoalan ini, saya menginginkan Cristiano di Tim Nasional. Bahkan, saya tidak hanya menginginkannya sedikit, saya sangat menginginkannya. Untungnya, dia juga percaya kepada saya. Dia telah percaya kepada saya di Al Nassr dan di sini juga. Mengenai tidak menyapa para suporter, kami sudah membicarakannya. Seseorang yang telah memainkan lebih dari 230 pertandingan untuk Tim Nasional tidak perlu menerima pelajaran dari saya mengenai kecintaannya kepada Portugal. Itu adalah momen frustrasi yang tidak menghapus apa pun. Dia adalah pemain yang paling banyak memberikan tanda tangan, paling banyak berfoto selfie, dan paling banyak menunjukkan kasih sayang kepada para suporter. Jangan menciptakan masalah yang sebenarnya tidak ada. Ketika kami tidak bahagia, kami bereaksi. Hanya itu."

Ronaldo menegaskan bahwa isi catatan tersebut sebenarnya tidak mengharuskan pelatih meminta maaf kepadanya, tetapi kejadian itu menjadi kali kedua Jorge Jesus dianggap tidak menepati kesepakatan. Sehingga ia memilih meninggalkan pemusatan latihan tanpa menunggu kembali terjadinya janji yang tidak ditepati, karena menurutnya kejujuran merupakan fondasi paling penting dalam hubungan antarmanusia.

"Bagi saya, kebenaran tetap menjadi hal yang paling penting dalam hubungan antarmanusia. Tidak peduli seberapa menyakitkannya, katakan kepada saya yang sebenarnya. Bahkan, dalam percakapan yang saya lakukan dengan Presiden FPF dan pelatih pada pagi hari sebelum konferensi pers tersebut, yang tentunya dapat mereka konfirmasi, saya kembali menegaskan bahwa jika mereka tidak menginginkan saya di sana, mereka harus mengatakannya kepada saya. Yang perlu mereka lakukan hanyalah jujur kepada saya. Saya akan menerimanya dan saya berjanji bahwa kami akan mempersiapkan sesuatu yang indah, seperti yang saya impikan dapat terjadi, dan tidak akan ada yang marah. Saya mengingatnya seperti baru terjadi hari ini. Mereka menjawab secara bersamaan bahwa tidak. Bahwa tempat saya adalah bersama Tim Nasional," tulis Ronaldo.

Ronaldo menegaskan bahwa selama hampir 25 tahun membela Timnas Portugal, dirinya tidak pernah mencampuri keputusan teknis maupun taktik yang dibuat pelatih atau pengelola Tim Nasional. Ia hanya menerima setiap keputusan yang diberikan kepadanya, tetapi ketika sebuah janji kepadanya tidak ditepati, ia merasa tempatnya bukan lagi berada di sana.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic