
Thephrase.id - Cristiano Ronaldo berhasil mendapatkan pengurangan hukuman setelah meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal di Denmark pada September 2026, meskipun sebelumnya secara terbuka meminta federasi menjatuhkan sanksi tanpa mempertimbangkan keadaan yang meringankan.
Pemain berusia 41 tahun itu sempat menyampaikan pernyataan panjang melalui media sosial yang menyebutkan bahwa Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) berhak memberikan hukuman sesuai ketentuan, bahkan statusnya sebagai kapten tim nasional seharusnya menjadi faktor yang memberatkan.
Namun, sikap berbeda diperlihatkan Ronaldo ketika menjalani pemeriksaan Dewan Disiplin FPF karena penyerang Al-Nassr tersebut justru mengajukan sejumlah alasan untuk memperoleh pengurangan hukuman atas tindakannya.
Dalam putusan yang menjatuhkan skorsing selama 30 hari dan denda sebesar 255 euro (Rp5,1 juta), Ronaldo diketahui mengajukan tiga pertimbangan yang meliputi catatan kedisiplinannya sepanjang musim ini dan tiga musim sebelumnya, kontribusinya terhadap sepak bola, serta kesediaannya membantu mengungkap fakta perkara.
Ronaldo turut menggunakan berbagai pencapaian sepanjang kariernya sebagai dasar permohonan keringanan, termasuk koleksi gelar bersama klub, keberhasilan menjuarai Euro 2016, dan dua trofi UEFA Nations League bersama Timnas Portugal.
Selain prestasi bersama tim, mantan pemain Manchester United, Real Madrid, dan Juventus itu juga mencantumkan lima penghargaan Ballon d'Or serta berbagai tanda kehormatan yang diterimanya dari pejabat tinggi negara.
Dewan Disiplin FPF akhirnya menerima pertimbangan mengenai prestasi dan jasa Ronaldo bagi Portugal sehingga hukuman skorsing maupun dendanya dikurangi hingga separuh dari ketentuan awal.
Pengurangan kembali diberikan setelah Ronaldo mengakui tanggung jawab atas tindakannya, sementara masa skorsing tersebut akan dijalani ketika tidak ada pertandingan internasional yang berlangsung.
Meski persoalan disiplin telah diputuskan, kelanjutan karier Ronaldo bersama Timnas Portugal masih belum jelas karena belum diketahui apakah dirinya berencana kembali ataupun bakal mendapatkan panggilan dari pelatih Jorge Jesus.
Perselisihan yang berujung pada kepergian Ronaldo bermula setelah Jesus menggelar konferensi pers dan menegaskan bahwa seluruh keputusan mengenai pemilihan pemain merupakan kewenangannya sebagai pelatih tanpa campur tangan siapa pun.
Tidak lama setelah pernyataan tersebut, Ronaldo meminta kendaraan kepada FPF untuk menuju Bandara Kopenhagen dan dalam perjalanan menghubungi Presiden FPF, Pedro Proença, guna menyampaikan bahwa kondisi mentalnya sedang tidak memungkinkan untuk tetap bersama tim.
"Terdakwa (Ronaldo) tidak memberi tahu atau memberikan alasan terlebih dahulu kepada federasi maupun jajaran pengurus tim nasional putra mengenai niatnya meninggalkan stadion dan pemusatan latihan," demikian bunyi putusan Dewan Disiplin FPF.
Dokumen tersebut juga mengungkapkan bahwa Ronaldo melewatkan lebih dari 30 kegiatan Timnas Portugal sepanjang 30 September hingga 4 Oktober 2026, termasuk perjalanan tim, sesi latihan, dan agenda makan bersama.