regional

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Indonesia

Penulis Ashila Syifaa
Apr 16, 2026
BPBD Kabupaten Muara Enim membantu warga membersihkan rumah dari sisa lumpur banjir yang melanda Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan, pada Selasa (14/4). (Foto: bnpb.go.id/BPBD Kabupaten Muara Enim)
BPBD Kabupaten Muara Enim membantu warga membersihkan rumah dari sisa lumpur banjir yang melanda Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan, pada Selasa (14/4). (Foto: bnpb.go.id/BPBD Kabupaten Muara Enim)

ThePhrase.id - Belakangan ini, cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Indonesia dan memicu berbagai kejadian bencana dalam periode Selasa (14/4) hingga Rabu (15/4). Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada periode ini peristiwa banjir dan angin kencang masih mendominasi di sejumlah daerah. 

Di Kota Surakarta, banjir terjadi pada Selasa (14/4) malam akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan Kali Jenes meluap dan merendam permukiman di delapan kelurahan. Sebanyak 715 kepala keluarga terdampak dan lebih dari 100 warga terpaksa mengungsi di berbagai titik. 

Hingga laporan terakhir, genangan air setinggi 50–80 cm masih belum surut, sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berlangsung dan sejumlah jaringan listrik terpaksa dipadamkan demi keamanan.

Banjir juga melanda Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, pada hari yang sama. Luapan Sungai Aur merendam wilayah Kelurahan Pasar II dan Air Lintang, berdampak pada 652 kepala keluarga. Meski air sempat menggenangi permukiman, kondisi berangsur membaik setelah sekitar 10 jam, dengan aktivitas warga kini kembali normal meski menyisakan lumpur.

Selain banjir, BNPB juga mencatat kejadian angin kencang di beberapa daerah. Di Kabupaten Pesawaran, Lampung, angin kencang merusak belasan rumah warga dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat. Sementara di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, angin kencang berdampak pada tiga desa dengan total puluhan rumah mengalami kerusakan dan 21 kepala keluarga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada masa peralihan musim hujan ke kemarau yang umumnya ditandai dengan cuaca tidak menentu dan berpotensi ekstrem. Warga diminta rutin memeriksa kondisi rumah, memangkas pohon yang rawan tumbang, serta menyiapkan tas siaga bencana.

Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini kemungkinan merupakan dampak tidak langsung dari masih aktifnya Bibit Siklon Tropis 92S di wilayah selatan Indonesia. Bibit siklon ini dapat memperkuat pembentukan awan hujan, meningkatkan kecepatan angin, serta memicu gelombang tinggi di beberapa wilayah.

Meski pusat siklon tidak berada tepat di daratan Indonesia, keberadaannya mampu mengganggu pola angin dan distribusi uap air di atmosfer. Akibatnya, wilayah Indonesia, terutama bagian barat dan tengah, dapat mengalami peningkatan curah hujan, yang kemudian memicu banjir dan angin kencang seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Selain faktor tersebut, kondisi ini juga diperkuat oleh dinamika atmosfer lain seperti peralihan musim (pancaroba) yang memang identik dengan potensi hujan lebat disertai angin kencang dalam waktu singkat. [Syifaa]

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic