
ThePhrase.id - Cuaca panas dan memburuknya kualitas udara selama musim kemarau dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada kelompok rentan.
Dilansir Antaranews, ISPA mencakup berbagai infeksi yang menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah, mulai dari hidung, tenggorokan, sinus, bronkus hingga paru-paru.
Gejala ISPA dapat berupa batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, sesak napas, suara serak atau hilang, sakit kepala, serta nyeri otot dan sendi.
Dokter spesialis paru dan pernapasan, Dr. dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K), M.Pd.Ked., mengungkapkan bahwa debu dan polutan yang terhirup dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menjadi pemicu seseorang terkena ISPA
“Iritasi tersebut dari debu, akan menurunkan daya tahan saluran nafas, menyebabkan inflamasi, sehingga mudah terkena ISPA atau infeksi saluran pernapasan atas,” jelas Dokter Feni di Jakarta pada Senin (17/8).
Dosen Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) itu menyebut orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat polusi udara.
Untuk menjaga daya tahan tubuh, Dokter Feni menganjurkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, istirahat cukup, serta konsumsi makanan bergizi seimbang yang terdiri atas buah, sayur, dan sumber vitamin.
Suplemen vitamin dan antioksidan juga dapat dipertimbangkan untuk dikonsumsi ketika kualitas udara memburuk.
Kegiatan di luar rumah juga sebaiknya dibatasi ketika kualitas udara buruk. Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan kacamata dan pelindung wajah seperti masker dapat membantu mengurangi paparan polutan.
“Kalau memang harus keluar rumah, ya gunakan alat-alat proteksi yang tadi dan sesegera mungkin kembali ke rumah untuk menghindari pajanan debu,” ucap dr. Feni.
Ia juga mengingatkan penderita penyakit pernapasan kronis, seperti asma, untuk tetap mengonsumsi obat secara rutin.
Sementara itu, balita, lansia, serta penderita penyakit paru-paru dan jantung yang mengalami gejala ISPA dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak membakar sampah dan menghindari aktivitas merokok agar tidak menambah polusi udara. (Rangga)