sportLiga Inggris

Daftar 10 Klub yang Paling Cuan dari Penjualan Pemain Juniornya, Chelsea No 3, Manchester United Tak Masuk 10 Besar

Penulis Ahmad Haidir
Apr 05, 2026
Chelsea menjadi klub dengan profit tertinggi ketiga dari bisnis pemain akademi. Foto X Chelsea.
Chelsea menjadi klub dengan profit tertinggi ketiga dari bisnis pemain akademi. Foto X Chelsea.

Thephrase.id - Laporan mingguan ke-540 dari CIES Football Observatory memetakan 100 klub di dunia yang meraup pendapatan terbesar dari penjualan pemain hasil akademi dalam kurun sepuluh tahun terakhir dengan SL Benfica memimpin lewat total 589 juta euro atau sekitar Rp10,3 triliun.

Diikuti AFC Ajax dengan 454 juta euro atau sekitar Rp7,9 triliun, serta Chelsea FC yang mengumpulkan 442 juta euro atau sekitar Rp7,7 triliun.

Dominasi tiga besar tersebut memperlihatkan konsistensi klub-klub Eropa dalam memaksimalkan jalur pembinaan usia muda sebagai sumber pemasukan sekaligus fondasi pembangunan skuad utama dalam jangka panjang.

Sepuluh besar daftar ini turut diisi oleh dua klub Ligue 1 yakni Olympique Lyonnais dan AS Monaco, kemudian Sporting CP dari Portugal, Manchester City dari Inggris, Real Madrid dari Spanyol, SE Palmeiras dari Brasil, serta Bayer Leverkusen dari Jerman.

Secara keseluruhan terdapat 19 asosiasi sepak bola yang diwakili setidaknya oleh satu klub dalam daftar 100 besar tersebut, mencerminkan penyebaran model bisnis akademi yang semakin merata di berbagai belahan dunia.

Dalam periode lima tahun terakhir saja, Chelsea FC kembali berada di posisi teratas dengan 366 juta euro atau sekitar Rp6,4 triliun, disusul Manchester City dengan 318 juta euro atau sekitar Rp5,6 triliun.

Capaian ini menunjukkan meningkatnya fokus klub-klub elite Inggris terhadap pengembangan pemain muda, baik untuk kebutuhan tim utama maupun sebagai aset finansial yang dapat menghasilkan keuntungan signifikan melalui transfer.

Dalam definisi laporan tersebut, klub akademi dihitung sebagai tempat pertama pemain menghabiskan minimal tiga musim pada rentang usia 15 hingga 21 tahun, dengan nilai transfer mencakup tambahan bonus dan klausul penjualan kembali tanpa melihat apakah pembayaran itu sudah direalisasikan atau belum.

Di sisi lain, Manchester United tercatat meraup 271 juta euro atau sekitar Rp4,7 triliun dari penjualan lulusan akademi sejak Juli 2016, yang menempatkan mereka di peringkat ke-19 dalam daftar global tersebut.

Di level Premier League, posisi Manchester United berada di bawah Chelsea FC dengan 442 juta euro atau sekitar Rp7,7 triliun, Manchester City dengan 404 juta euro atau sekitar Rp7,1 triliun, serta Aston Villa yang mencatat 303 juta euro atau sekitar Rp5,3 triliun.

Penjualan terbesar akademi Manchester United dalam satu dekade terakhir datang dari transfer Alejandro Garnacho senilai 40 juta poundsterling atau sekitar Rp800 miliar. Meski dalam sejumlah transaksi besar lainnya klub ini justru berperan sebagai pembeli pemain muda dari klub lain.

Beberapa transfer besar yang melibatkan pemain akademi klub lain seperti Mason Mount, Amad Diallo, dan Benjamin Šeško juga berujung pada kepindahan ke Manchester United, menegaskan peran klub tersebut di sisi pasar pembelian.

Dalam beberapa tahun terakhir, Manchester United mulai lebih aktif melepas pemain akademi seperti James Garner ke Everton senilai 15 juta poundsterling atau sekitar Rp300 miliar pada 2022 yang kemudian diikuti penjualan Anthony Elanga, Scott McTominay, dan Álvaro Fernández dengan nilai bervariasi.

Nama-nama lain seperti Mason Greenwood, Matej Kovář, serta Hannibal Mejbri juga masuk dalam daftar pemain muda yang dilepas, sementara manajemen baru menempatkan akademi sebagai sektor penting untuk ditingkatkan di tengah tuntutan aturan financial fair play.

Daftar 10 Akademi Paling Menguntungkan (10 Tahun Terakhir):

SL Benfica – 589 juta euro (Rp10,3 triliun)

AFC Ajax – 454 juta euro (Rp7,9 triliun)

Chelsea FC – 442 juta euro (Rp7,7 triliun)

Olympique Lyonnais – 423 juta euro (Rp7,4 triliun)

Sporting CP – 417 juta euro (Rp7,3 triliun)

Manchester City – 404 juta euro (Rp7,1 triliun)

Real Madrid – 395 juta euro (Rp6,9 triliun)

AS Monaco – 378 juta euro (Rp6,6 triliun)

SE Palmeiras – 356 juta euro (Rp6,2 triliun)

Bayer Leverkusen – 339 juta euro (Rp5,9 triliun)
 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic