
Thephrase.id - FIFA memberikan kepercayaan penuh kepada Indonesia untuk menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026 di Jakarta.
Kejuaraan yang sebelumnya dikenal dengan nama FIFA World Series ini merupakan ajang dua tahunan yang mempertemukan negara-negara dari berbagai konfederasi berbeda guna melakoni pertandingan persahabatan internasional yang kompetitif.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa penunjukan strategis ini merupakan kesempatan langka yang wajib dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus mentalitas Tim Merah Putih saat menghadapi gaya permainan dari belahan dunia lain.
"Menghadapi tim dari Eropa, Oseania, dan Amerika memberikan variasi gaya bermain yang sangat penting bagi perkembangan tim. Para pemain kita akan terbiasa secara mental dan kualitas teknis. Ini adalah ujian, sekaligus peluang untuk membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia," ungkap Erick Thohir.
Gelaran yang akan berpusat di ibu kota ini akan mempertemukan Timnas Indonesia dengan tiga negara dari konfederasi yang berbeda, yakni Timnas Bulgaria yang mewakili UEFA, Timnas Kepulauan Solomon dari OFC, serta Timnas St. Kitts and Nevis yang datang dari zona CONCACAF.
Momentum bersejarah ini juga akan menandai debut perdana bagi pelatih asal Inggris, John Herdman, yang baru saja diperkenalkan secara resmi sebagai nakhoda baru Timnas Indonesia pada pertengahan Januari 2026.
Secara statistik peringkat FIFA, Timnas Indonesia yang kini berada di posisi 122 dunia akan menghadapi tantangan berat dari Timnas Bulgaria yang menempati peringkat 88, serta persaingan kompetitif melawan Timnas Kepulauan Solomon di posisi 152 dan Timnas St. Kitts and Nevis di urutan 154.
Edisi FIFA Series 2026 kali ini hadir dengan format yang jauh lebih masif melalui keterlibatan 48 tim nasional dari seluruh dunia yang terbagi ke dalam 12 grup di bawah naungan sembilan tuan rumah yang berbeda.
Penyelenggaraan ini melibatkan hampir seperempat dari total anggota FIFA, di mana Indonesia bersanding dengan negara-negara seperti Australia, Azerbaijan, hingga Selandia Baru dalam daftar elit tuan rumah sektor putra.
Selain menjadi unjuk kekuatan di lapangan hijau, turnamen ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas operasional asosiasi tuan rumah dalam mengelola manajemen pertandingan internasional yang setara dengan standar turnamen besar dunia.
Seluruh rangkaian pertandingan di Jakarta nantinya akan disiarkan secara global guna memastikan visibilitas maksimal bagi Timnas Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta sepak bola internasional secara berkelanjutan.
Langkah ini selaras dengan Tujuan Strategis FIFA 2023-2027 yang berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan teknis dan pertukaran budaya sepak bola antar-konfederasi tanpa memberikan beban tambahan pada kalender pertandingan internasional yang sudah ada.
Grup Putra
Australia (AFC)
Australia (host)
Cameroon
China PR
Curaçao
Azerbaijan (UEFA)
Azerbaijan (host)
Oman
Sierra Leone
St Lucia
Indonesia (AFC)
Bulgaria
Indonesia (host)
Solomon Islands
St Kitts and Nevis
Kazakhstan (UEFA)
Comoros
Kazakhstan (host)
Kuwait
Namibia
New Zealand (OFC)
Cabo Verde
Chile
Finland
New Zealand (host)
Puerto Rico (Concacaf)
American Samoa
Guam
Puerto Rico (host)
US Virgin Islands
Rwanda(CAF) – Group A
Estonia
Grenada
Kenya
Rwanda (host)
Rwanda (CAF) – Group B
Aruba
Liechtenstein
Macau
Tanzania
Uzbekistan (AFC)
Gabon
Trinidad and Tobago
Uzbekistan (host)
Venezuela
Grup Putri
Brazil (CONMEBOL)
Brazil (host)
Canada
Korea Republic
Zambia
Côte d’Ivoire (CAF)
Côte d’Ivoire (host)
Mauritania
Pakistan
Turks and Caicos Islands
Thailand (AFC)
Congo DR
Nepal
OFC team
Thailand (host)