trending

Dampak Konflik Global, Prabowo Rencanakan Penghematan BBM hingga Pangkas Gaji Menteri dan DPR

Penulis Rangga Bijak Aditya
Mar 14, 2026
Presiden RI, Prabowo Subianto memimpin langsung Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (13/03/26). (Foto: Instagram/presidenrepublikindonesia)
Presiden RI, Prabowo Subianto memimpin langsung Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (13/03/26). (Foto: Instagram/presidenrepublikindonesia)

ThePhrase.id - Presiden RI, Prabowo Subianto menyampaikan  berbagai rencana yang tengah jadi pertimbangan pemerintah untuk penghematan bahan bakar minyak (BBM), sebagai respons proaktif terhadap dampak konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (13/3), Prabowo menyoroti sejumlah negara yang telah lebih dulu menerapkan kebijakan efisiensi anggaran untuk menghadapi tekanan ekonomi akibat situasi geopolitik global.

Prabowo mencontohkan langkah yang diambil oleh Pakistan, yang menerapkan kebijakan kerja dari rumah hingga pengurangan gaji bagi anggota kabinet dan parlemen beserta fasilitasnya.

“Ini langkah Pakistan, sebagai perbandingan. Jadi, mereka menganggap ini sudah kritis, jadi dikatakan critical measures. Mereka melaksanakan work from home (WFH), kerja dari rumah untuk semua kantor, pemerintah maupun swasta,” ujar Prabowo di hadapan seluruh peserta sidang.

“50 persen bekerja dari rumah, kemudian hari kerja mereka potong hanya menjadi empat hari,” lanjutnya.

Terkait pendidikan, negara tersebut memberlakukan kebijakan untuk menjalankan kegiatan belajar mengajar secara online (daring). Kemudian semua sekolah diliburkan selama dua minggu.

Pangkas Gaji dan Fasilitas Pejabat Negara

Dampak Konflik Global  Prabowo Rencanakan Penghematan BBM hingga Pangkas Gaji Menteri dan DPR
Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara dihadiri oleh seluruh menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga. (Foto: Instagram/presidenrepublikindonesia)

Presiden menyatakan bahwa Pakistan juga diketahui memangkas gaji para pejabat tinggi negara sebagai bagian dari kebijakan penghematan nasional.

“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet (menteri), untuk anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah,” imbuh Prabowo.

Sejumlah fasilitas pejabat tinggi di Pakistan kini turut dikurangi, seperti pemotongan ketersediaan BBM untuk seluruh kementerian dan mewajibkan 60 persen kendaraan pemerintahan tidak digunakan.

Selain itu, semua belanja kementerian juga dihentikan, mulai dari air conditioner (AC) hingga kebutuhan kendaraan, lalu penghentian kunjungan ke luar negeri, serta pelarangan penggunaan dana pemerintah untuk acara, pesta, dan sebagainya.

Meski memaparkan berbagai kebijakan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa langkah-langkah yang dilakukan Pakistan baru sebatas contoh yang dapat menjadi bahan kajian bagi pemerintah Indonesia.

“Saya percaya, 2-3 tahun kita akan sangat kuat, tapi kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa defisit kita tidak tambah. Bahkan cita-cita saya kalau bisa kita tidak punya defisit,” tukas Prabowo.

“Sasaran kita adalah APBN kita harus balanced (seimbang). Itu paling ideal dan saya kira kita bisa lakukan,” tandasnya. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic