
Thephrase.id - Arne Slot harus mengakhiri perjalanannya bersama Liverpool secara tiba-tiba setelah manajemen The Reds memutuskan untuk memberhentikannya pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Padahal, pelatih asal Belanda itu sebelumnya masih meyakini dirinya akan tetap memimpin The Reds pada musim berikutnya.
Melansir BBC, keputusan tersebut diambil setelah evaluasi yang dilakukan direktur olahraga Richard Hughes bersama Michael Edwards selaku kepala eksekutif Fenway Sports Group (FSG).
Slot selama beberapa bulan terakhir terlibat aktif dalam penyusunan rencana Liverpool untuk musim depan dan bahkan masih berbicara mengenai pentingnya bursa transfer musim panas sebagai bagian dari proses pembangunan skuad.
Keyakinan Slot untuk bertahan bukan tanpa alasan karena kontraknya masih berlaku hingga musim panas tahun berikutnya dan hingga beberapa hari sebelum keputusan itu diumumkan.
Pihak perwakilannya masih merasa dukungan dari Liverpool tidak berubah meski The Reds menjalani musim yang oleh Slot pernah disebut sebagai periode tersulit dalam karier kepelatihannya.
Musim 2025-2026 memang berlangsung penuh tantangan bagi Liverpool karena diawali oleh meninggalnya Diogo Jota secara tragis, dihantam badai cedera berkepanjangan, mengalami penurunan performa yang membuat The Reds menelan 19 kekalahan di seluruh kompetisi.
Selain itu, juga diwarnai hubungan yang memburuk dengan Mohamed Salah dan meningkatnya ketidakpuasan suporter yang beberapa kali menyuarakan kekecewaan mereka di Anfield.
Meski demikian, cara Slot memimpin Liverpool melewati masa-masa sulit tersebut tetap mendapat apresiasi karena ia mampu menjaga stabilitas ruang ganti ketika The Reds menghadapi salah satu periode paling berat dalam sejarah modern.
Di sisi lain, petinggi The Reds menilai Liverpool membutuhkan perubahan baru setelah musim berakhir karena mereka merasa periode berikutnya memerlukan pendekatan sepak bola yang lebih agresif, lebih menekan lawan, dan dimainkan dengan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan karakter permainan yang ditampilkan di bawah Slot.
Penilaian itu semakin menguat seiring menurunnya kualitas permainan Liverpool dalam beberapa bulan terakhir, termasuk ketika mendapat respons negatif dari pendukung saat menghadapi Chelsea. Sementara unggahan media sosial Salah yang dianggap menyindir metode kepelatihan Slot juga memunculkan pertanyaan mengenai tingkat kepercayaan pemain terhadap sang pelatih.
Salah satu sumber internal Liverpool yang pernah bekerja pada era Jurgen Klopp bahkan menggambarkan bahwa Slot merupakan sosok yang sangat baik namun tidak memiliki otoritas kuat seperti yang dimiliki Klopp, sesuatu yang semakin terlihat ketika hasil pertandingan mulai memburuk dan tekanan terus meningkat.
Ironisnya, pemecatan ini terjadi hanya setahun setelah Slot mencatat pencapaian luar biasa dengan membawa Liverpool menjuarai Premier League pada musim pertamanya. Ini merupakan prestasi yang membuat namanya masuk dalam daftar pelatih-pelatih besar klub dan menempatkannya sejajar dengan figur penting dalam sejarah Liverpool.
Akan tetapi, keberhasilan tersebut tidak mampu menutupi kemerosotan performa yang terjadi setelahnya karena perolehan poin Liverpool anjlok dari 84 poin pada musim 2024-2025 menjadi hanya 60 poin pada musim berikutnya.
Suatu penurunan sebesar 24 poin yang disebut sebagai salah satu kemerosotan terbesar yang pernah dialami klub peserta tetap Premier League dalam dua musim beruntun.
Keputusan Liverpool juga memunculkan pertanyaan terhadap jajaran petinggi The Reds karena apabila langkah tersebut diambil beberapa pekan lebih awal maka Xabi Alonso yang sempat dikaitkan dengan Anfield masih tersedia sebelum akhirnya menerima tawaran untuk menjadi pelatih Chelsea.
Sementara, saat ini nama Andoni Iraola disebut sebagai kandidat terdepan untuk menggantikan Slot setelah komunikasi awal dilaporkan sudah dilakukan.
Bagi Slot, perpisahan itu terjadi tanpa adanya konflik terbuka dengan klub, tetapi ia merasa menghadapi situasi yang sangat sulit sepanjang musim terakhirnya bersama Liverpool.
Sehingga kisah yang berakhir dengan pemecatan tersebut menjadi salah satu kejatuhan paling mengejutkan yang pernah dialami seorang pelatih juara Premier League dalam sejarah kompetisi tersebut.